PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohannes Freddy Ering, mengungkapkan bahwa masyarakat di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mulai tertarik untuk mengalihkan lahan pertanian menjadi kebun sawit.
Freddy menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh ketidakjelasan program cetak sawah rakyat ditambah dengan harga komoditas pertanian yang tidak stabil, sementara harga sawit dinilai lebih menguntungkan. Karena itu, banyak warga yang kini mengusulkan bantuan bibit sawit kepada pemerintah.
Hal ini disampaikan Freddy setelah melakukan reses perorangan beberapa waktu lalu.
“Jadi banyak warga yang mengusulkan bibit sawit, sehingga dalam hal ini kita meminta pemerintah untuk juga mengakomodir pengadaan bibit sawit untuk dilaksanakan,” ujar Freddy, Senin, 14 Juli 2025.
Ia menilai, peralihan lahan ke sawit merupakan respons wajar dari masyarakat yang mempertimbangkan aspek keuntungan secara ekonomi.
“Karena jelas-jelas kalau banyak fakta selama ini, harga sawit ini masih mending, masih lumayan bagus lah ketimbang bicara harga karet, rotan, dan hortikultura, semangka misalnya. Sehingga kita bisa memaklumi kalau banyak warga yang mengalihkan lahan ke tanaman sawit,” ungkapnya.
Meski demikian, Freddy mengingatkan agar masyarakat tetap mempertimbangkan aspek ketahanan pangan sebelum mengubah fungsi lahan secara tergesa-gesa.
“Padahal kita mendorong, menganjurkan mereka untuk, kalau itu layak untuk ketahanan pangan, ya jangan tergesa-gesa untuk dialihkan menjadi lahan sawit,” ujarnya.
Menurut Freddy, meskipun biaya pemeliharaan kebun sawit relatif tinggi, namun minat masyarakat tetap tinggi karena peluang ekonominya lebih menjanjikan.
“Tapi yang namanya kondisi harga sawit masih relatif bagus, yang namanya warga, mereka menoleh mana yang menguntungkan. Sebenarnya berkebun sawit itu sai cost pemeliharaannya. Tapi intinya, kita menekankan pemerintah mendistribusikan, untuk memberikan ruang kepada yang memang memerlukan bibit sawit,” pungkasnya.
(Syauqi)












