SAMPIT – Sebanyak 288 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini dikemas dengan metode yang lebih aktif dan partisipatif, mengedepankan pendekatan ramah anak.
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi semata, namun juga menggunakan metode unjuk kerja. Hal ini bertujuan agar peserta lebih terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang disiapkan.
“Kami ingin siswa tidak hanya mendengar materi secara pasif, tapi juga terlibat aktif. Salah satu contohnya, siswa baru didampingi kakak kelas dalam kegiatan upacara hingga berbagai aktivitas lainnya,” kata Suyoso, Kamis 17 Juli 2025.
Selain menekankan pada kenyamanan dan keamanan siswa, pihak sekolah juga menambahkan sejumlah materi baru yang relevan dengan kondisi saat ini, seperti pencegahan judi online, bahaya narkoba dan zat adiktif, anti kekerasan, hingga pencegahan pernikahan dini.
Para peserta MPLS juga mendapatkan materi pilihan yang disesuaikan dengan budaya sekolah dan program pembiasaan. Tujuannya, agar siswa mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, mulai dari gedung, ruang kelas, guru, hingga kegiatan ekstrakurikuler dan mitra sekolah sebagai sumber belajar.
“Para siswa akan terlibat dalam kegiatan kreatif seperti membuat poster hingga kunjungan ke sejumlah instansi, seperti kepolisian, puskesmas, DPRD, dan dinas-dinas terkait. Mereka juga akan mempresentasikan hasil kegiatan yang sudah dilakukan sebagai bentuk evaluasi,” ujar Suyoso.
Tahun ajaran ini, total siswa SMPN 1 Sampit mencapai 890 orang dari kelas VII hingga IX. Kegiatan MPLS dirancang tidak hanya sebagai pengenalan, tetapi juga sebagai langkah awal membentuk karakter siswa yang aktif, kreatif, dan siap beradaptasi. (nardi)












