PALANGKA RAYA – Menyambut peringatan Hari Anak Nasional 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Sosialisasi Gereja Ramah Anak (GRA), Jumat, 18 Juli 2025 , bertempat di Aula Kanwil Kemenag Kalteng.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menjadikan rumah ibadah sebagai lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara aman dan inklusif.
Dalam forum tersebut, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Kalteng, Pdt. Mimi, yang hadir mewakili Kepala Kanwil, menegaskan bahwa gereja perlu memainkan peran yang lebih luas dari sekadar fungsi ibadah.
“Gereja Ramah Anak adalah wujud kepedulian terhadap masa depan generasi. Anak bukan hanya pelengkap dalam kegiatan keagamaan, tapi mereka punya hak untuk dihormati, didengarkan, dan dilibatkan secara aktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, memaparkan bahwa pelibatan gereja dalam perlindungan anak sejalan dengan komitmen negara sebagaimana tercantum dalam regulasi nasional dan Konvensi Hak Anak.
Menurutnya, rumah ibadah yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebagai ruang kreatif dan pembinaan karakter.
“Kita tidak bicara soal membangun gedung baru. Kita bicara bagaimana memaksimalkan ruang ibadah untuk menciptakan suasana yang positif dan produktif bagi anak-anak,” ucap Linae.
Ia juga mengungkapkan data penurunan angka perkawinan anak di Kalimantan Tengah. Tahun 2024 tercatat berada di angka 9,89 persen, menurun dari tahun sebelumnya.
Penurunan ini diklaim sebagai hasil dari berbagai langkah preventif dan edukatif yang digencarkan, termasuk melalui pendekatan berbasis komunitas keagamaan.
Selain membahas penguatan peran gereja dalam mendampingi anak, kegiatan ini juga menekankan pentingnya rumah ibadah sebagai tempat pengembangan bakat dan ekspresi anak di tengah risiko kekerasan, perundungan, dan pengaruh negatif digital.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pimpinan gereja dari berbagai aras di Kalteng, baik secara langsung maupun daring. Hadir pula perwakilan dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, termasuk Kasubdit PUPB, Levina P. Nahumury, serta Tim Gereja Ramah Anak.
(Sya'ban)












