KUALA KAPUAS – Upaya mengurangi beban penyakit jantung di Kabupaten Kapuas terus diperkuat. Salah satunya melalui pelatihan skrining penyakit jantung bagi tenaga kesehatan, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas di Hotel Fovere, Minggu 20 Juli 2025. Pelatihan ini difokuskan pada penguasaan penggunaan alat Elektrokardiografi (EKG) di layanan primer.
Workshop ini menyasar 21 dokter dan perawat dari 21 Puskesmas yang telah memiliki alat EKG. Dinkes Kapuas menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teknis penggunaan alat, tapi juga bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih fokus pada deteksi dini dan pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, saat membuka kegiatan mengatakan, upaya skrining jantung harus menjadi budaya pelayanan di fasilitas kesehatan. “Pemerintah memang bertanggung jawab, tetapi partisipasi masyarakat juga penting. Kesadaran memeriksa jantung sejak dini bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Narasumber workshop berasal dari kalangan professional, diantaranya dr. Daya Daryadijaya, Sp.PD dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Lilik Sugianto, S.Kep., Ns, MM dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), didampingi langsung oleh dr. Tonun sebagai perwakilan Dinas Kesehatan.
Kepala Bidang P2P Dinkes Kapuas, dr. H. Ahmad Haspiani, yang juga ketua panitia menjelaskan, peserta tidak hanya belajar teknis membaca hasil EKG, tetapi juga memahami keterkaitan penyakit jantung dengan hipertensi dan diabetes melitus, dua penyakit kronis yang kini mendominasi layanan primer.
Kegiatan dirancang dalam dua format: pemaparan materi tentang dasar penyakit jantung dan pentingnya skrining EKG, dilanjutkan praktik langsung menggunakan alat EKG. Diharapkan, peserta mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan menginterpretasikan hasilnya dengan akurat di Puskesmas masing-masing.
Saat ini dari 26 Puskesmas di Kabupaten Kapuas, sudah 21 yang memiliki alat EKG. Pemerintah daerah menargetkan pelatihan ini sebagai langkah awal memperluas cakupan deteksi dini penyakit jantung secara rutin di semua wilayah.
Dengan pelatihan ini, Dinkes Kapuas berharap Puskesmas tidak hanya menjadi tempat berobat, tapi juga menjadi garda depan untuk mendeteksi dan mencegah penyakit tidak menular seperti jantung sejak tahap awal, sebelum berkembang menjadi kondisi kronis yang lebih berat. (ds)












