JAKARTA– Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena, memberikan tanggapan positif dan dukungan penuh terhadap sejumlah program strategis pemerintah pusat yang dialokasikan untuk Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat menghadiri Peluncuran Koperasi Merah Putih di Negeri Salagor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, SBT, pada Senin, 21 Juli 2025.
Program-program tersebut dianggap sebagai langkah monumental untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Alimudin secara khusus mengapresiasi tiga program strategis yang disampaikan Gubernur Hendrik, yaitu pembangunan Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG), pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembangunan rumah sakit representatif berstandar nasional.
Menurut Kolatlena, program SPPG yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi siswa, balita, dan ibu hamil merupakan terobosan penting dalam menangani masalah gizi di Maluku, khususnya di daerah-daerah terpencil seperti SBT.
“Gizi yang baik adalah fondasi masa depan generasi kita. Program ini akan membantu anak-anak SBT tumbuh sehat, meningkatkan konsentrasi belajar, dan mendukung kesehatan ibu hamil untuk melahirkan generasi yang kuat,” ujar Alimudin, Selasa 22 Juli 2025.
Lebih lanjut, legislator Gerindra ini menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis dan pembangunan rumah sakit berstandar nasional.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku menilai bahwa akses layanan kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan besar di Maluku, terutama di wilayah seperti SBT yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
“Artinya, kehadiran rumah sakit modern di SBT akan menjadi game-changer. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis berkualitas. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah-tengah rakyat,” beber Kolatlena.
Alimudin juga menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis akan membantu mendeteksi dini berbagai penyakit, sehingga dapat meningkatkan harapan hidup masyarakat setempat.
Selain itu, Alimudin memberikan perhatian khusus pada dukungan Gubernur Hendrik terhadap gagasan Bupati SBT untuk menjadikan Negeri Ita Wotu Nusa sebagai pusat pengembangan industri sagu nasional.
Kolatlena menyebutkan bahwa Maluku, sebagai provinsi ketiga dengan lahan sagu terluas di Indonesia, memiliki potensi besar untuk menjadikan sagu sebagai komoditas unggulan.
Dengan 35.000 hektar lahan sagu yang ada di SBT, Alimudin optimistis bahwa pengembangan industri sagu dapat menjadi pendorong ekonomi lokal.
“Saya kira Sagu bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Dari sagu, kita bisa mengembangkan berbagai produk olahan, mulai dari tepung sagu, makanan ringan, hingga bahan baku industri. Ini akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” beber Kolatlena.
Alimudin juga menyoroti bahwa pengembangan industri sagu sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi, sagu bisa menjadi solusi strategis karena tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki nilai gizi tinggi,” imbuh Kolatlena.
Kolatlena pun berharap pemerintah pusat dan pemerinyah daerah (Pemda) dapat bersinergi untuk menyediakan teknologi dan pelatihan bagi petani sagu agar produksi dapat ditingkatkan secara signifikan.
Mengakhiri pernyataannya, Alimudin mengajak seluruh masyarakat Maluku, khususnya di SBT, untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan program-program strategis ini.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk memastikan keberhasilan.
“Seperti yang dikatakan Gubernur Hendrik, kita harus bersabar dan optimis. Program ini memang bertahap, tetapi dengan semangat gotong royong, saya yakin kita bisa mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik untuk rakyat Maluku,” cetus Kolatlena.
Alimudin juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Mari kita jaga semangat kebersamaan dan sukacita menyambut program ini, karena semua ini adalah untuk masa depan yang lebih cerah bagi anak cucu kita,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(adista)












