KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mengumumkan hasil Indeks Pembangunan Harga (IPH) M3 untuk Juli 2025, yang tercatat di angka 0,46. Capaian ini menunjukkan kestabilan harga barang dan jasa di wilayah Seruyan, meskipun sejumlah komoditas strategis mengalami fluktuasi signifikan.
Komoditas yang memberi pengaruh terbesar terhadap IPH adalah cabai rawit dengan andil mencapai 1,7224. Lonjakan harga cabai rawit menjadi perhatian serius, lantaran tingginya permintaan di pasaran. Disusul bawang merah dan bawang putih dengan kontribusi masing-masing 0,0284 dan 0,0053.
“Cabai rawit mendominasi andil IPH bulan ini, bahkan mencatat fluktuasi tertinggi sebesar 0,1042,” ungkap laporan resmi. Kondisi ini memicu kewaspadaan karena dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan terus memantau perkembangan harga guna mencegah gejolak pasar. Langkah antisipatif tengah disiapkan agar kesejahteraan petani dan konsumen tetap terjaga.
Pembahasan pengendalian harga ini juga mengemuka dalam Zoom Meeting bersama Menteri Dalam Negeri, yang turut diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Seruyan, Agus Suharto. Pertemuan tersebut menitikberatkan strategi pengendalian inflasi, penguatan pembangunan daerah, serta stabilitas ekonomi lokal.
Dengan IPH yang relatif stabil di tengah lonjakan harga cabai, Pemkab Seruyan optimistis bisa menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai target.
(ASY)












