PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menerima bantuan ribuan buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional RI. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Pulang Pisau, Selasa 22 Juli 2025.
Buku-buku tersebut nantinya akan dikirim ke seluruh pelosok Pulang Pisau, menyasar berbagai titik literasi, mulai dari perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat (TBM), hingga perpustakaan di tempat ibadah.
Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, menyambut langsung kedatangan ribuan buku itu dan menyebut langkah ini sebagai “penyuntikan semangat baca” bagi masyarakat akar rumput, khususnya anak-anak.
“Kalau tidak salah, jumlahnya tadi kurang lebih seribu buku. Saya harap bantuan ini benar-benar digunakan oleh desa dan TBM, karena sangat penting terutama bagi anak-anak,” ujarnya.
“Sekarang zaman genjet. Anak-anak malas buka buku, maunya buka HP terus,” tambahnya.
Wabup Jayadikarta juga menyoroti pentingnya peran orang tua, guru, dan pengelola literasi lokal dalam menghidupkan kembali kebiasaan membaca. Ia berharap buku-buku tersebut menjadi jembatan untuk menghadirkan dunia baru bagi anak-anak, bukan sekadar barang pajangan.
Kepala Dispursip Pulang Pisau, drg. Sopiyah, turut menyampaikan harapannya agar buku-buku yang diterima dapat menghidupkan geliat literasi di kampung-kampung.
“Kami ingin pengelola perpustakaan desa, TBM, dan rumah ibadah bisa memanfaatkan koleksi ini dengan kegiatan inovatif, agar masyarakat tertarik berkunjung dan membaca,” ujarnya.
Sopiyah menegaskan bahwa bahan bacaan yang diserahkan bukan sembarang buku, melainkan hasil kurasi Perpustakaan Nasional untuk mendukung literasi dasar, pengembangan karakter, hingga kecakapan hidup masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Dispursip akan terus mendampingi para pengelola perpustakaan desa dan komunitas literasi agar mampu menciptakan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat setempat, terutama generasi muda yang kian tergerus oleh digitalisasi.
Bantuan ini menjadi momentum bagi daerah untuk membalik arah tren menurunnya budaya baca, sekaligus mendorong masyarakat menjadikan buku sebagai sahabat dalam belajar dan bertumbuh. (ds)












