PULANG PISAU – Investasi bukan lagi urusan orang dewasa saja. Di Kabupaten Pulang Pisau, pelajar tingkat SMA mulai diajak mengenal pasar modal sebagai bekal masa depan dan tameng terhadap jebakan pinjaman online ilegal.
Langkah ini dimulai melalui kegiatan Sosialisasi Pasar Modal untuk Pelajar yang berlangsung di Aula SMAN 1 Pulang Pisau, Kamis 24 Juli 2025. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, yang mewakili Bupati H. Ahmad Rifa'i.
“Anak-anak kita harus diajak memahami mana investasi legal dan mana yang menyesatkan. Pinjol ilegal itu nyata bahayanya, dan edukasi seperti ini jadi tameng awal,” ucap Jayadikarta dalam sambutannya di hadapan ratusan pelajar.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI). Deputi OJK, Andrianto Suhada, menyambut baik inisiatif ini dan menyebut Pulang Pisau sebagai pelopor di antara kabupaten lain yang belum menyasar kalangan pelajar dalam literasi pasar modal.
Menurutnya, memperkenalkan instrumen keuangan sejak usia sekolah adalah strategi jangka panjang untuk mencetak generasi melek finansial dan berdaya saing. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.
“Kebanyakan sosialisasi seperti ini hanya dilakukan di kota besar. Pulpis jadi contoh bahwa daerah pun bisa memulai langkah besar,” ujar Andrianto.
Sosialisasi ini juga membuka ruang diskusi santai antara pelajar dan pemateri seputar cara berinvestasi yang aman, mengenal risiko saham, serta membedakan tawaran investasi legal dengan skema penipuan berkedok keuangan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pulang Pisau berharap lahirnya generasi muda yang tak hanya paham teori di bangku sekolah, tetapi juga siap menghadapi realitas finansial di era digital yang semakin kompleks. (ds)












