Pelatihan BUMDes Angkatan Kedua Dorong Transformasi Potensi Menjadi Usaha Produktif

IST/BERITASAMPIT - Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, H. Aryawan (tengah), bersama para peserta Pelatihan Pengembangan Unit Usaha BUMDes Berbasis Potensi Lokal Tahun 2025 saat berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Aula Swiss-Belhotel Danum , Selasa, 29 Juli 2025.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan (PMD) terus mendorong transformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru melalui pengembangan Badan Usaha Milik (BUMDes).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus BUMDes yang digelar di Aula Swiss-Belhotel Danum, , Selasa, 29 Juli 2026.

Pelatihan angkatan kedua ini diikuti 74 peserta dari 13 kabupaten se-. Mereka merupakan pengelola BUMDes yang dinilai memiliki potensi untuk memperkuat unit usaha berbasis sumber daya lokal.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, H. Aryawan, saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa pengelolaan BUMDes yang profesional dan berbasis potensi akan menjadi tumpuan utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Setiap di memiliki potensi unik, baik dari sisi sumber daya alam, manusia, ekonomi lokal, hingga posisi geografis. Tantangannya sekarang adalah bagaimana potensi itu diolah secara cerdas menjadi usaha yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Aryawan menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan teori manajemen usaha, tetapi juga menekankan pentingnya penyusunan analisis kelayakan usaha sebagai dasar pengembangan unit BUMDes.

“Tanpa perencanaan berbasis kajian usaha, BUMDes akan sulit berkembang. Karena itu, kami ingin agar para pengurus bisa merancang usaha yang tidak hanya layak secara ekonomi, tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang identifikasi potensi , strategi pengembangan unit usaha, hingga pemanfaatan teknologi dan kemitraan usaha. Diharapkan, dari pelatihan ini akan lahir gagasan baru dalam memperkuat ekonomi .

Aryawan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah , pengelola BUMDes, dan masyarakat sebagai pemilik saham sosial dalam keberhasilan BUMDes.

baca juga ...  Asintel Kejati Kalteng Tegaskan Kejari Jadi Garda Terdepan Tangani Kasus Pidsus

“BUMDes bukan milik individu, tapi milik . Maka pengelolaan yang terbuka, akuntabel, dan partisipatif sangat penting agar kepercayaan masyarakat tumbuh, dan usaha bisa berkembang bersama,” tambahnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!