PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i mengambil langkah strategis dengan menjalin komunikasi langsung bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, guna mendorong penguatan sektor budaya sebagai pilar identitas dan ekonomi kreatif daerah. Pertemuan itu berlangsung di Jakarta, Rabu 30 Juli 2025.
Bupati menilai, budaya lokal tidak hanya sebagai warisan, tapi juga sebagai peluang ekonomi yang potensial jika dikelola secara terintegrasi. Dalam pertemuan itu, ia memaparkan berbagai program budaya yang tengah digagas di Pulang Pisau, termasuk usulan pengembangan sarana pendukung dan pemberdayaan komunitas seni lokal.
“Kami ingin agar kebudayaan daerah tidak hanya hidup di ruang-ruang seremoni, tapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif,” ujar Ahmad Rifa'i saat dikonfirmasi, Kamis 31 Juli.
Selain memaparkan program, Bupati juga menyampaikan aspirasi terkait perlunya dukungan regulasi dan pendanaan dari pemerintah pusat. Ia menyebut sinergi dengan kementerian akan mempercepat lahirnya ekosistem budaya yang sehat dan berkelanjutan di Pulang Pisau.
Fadli Zon menyambut baik inisiatif yang dibawa Pemkab Pulang Pisau. Menurutnya, komitmen dari daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan kebudayaan nasional yang berakar dari kearifan lokal.
“Kami sangat mengapresiasi semangat seperti ini. Pemerintah pusat tentu akan memberi dukungan bagi daerah-daerah yang aktif membangun budaya sebagai identitas dan kekuatan ekonomi,” ujar Fadli dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan juga membahas peluang kolaborasi dalam bentuk festival, revitalisasi situs budaya, pelatihan untuk pelaku seni, hingga integrasi kebudayaan dalam kurikulum lokal. Semua itu dinilai menjadi bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kultural.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam agenda penting ini, antara lain Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela, Sekda Tony Harisinta, Sekretaris DPRD Hendra, dan Direktur RSUD Pulang Pisau dr. Muliyanto Budihardjo. Kolaborasi lintas unsur pemerintahan daerah ini dinilai menunjukkan keseriusan Pulang Pisau dalam menjadikan kebudayaan sebagai prioritas pembangunan. (ds)












