Saksikan Lomba Sumpit di Fornas VII, Wabup Bangga Budaya Lokal Tampil di Panggung

DENNY/BERITASAMPIT - Wabup Dodo bersama peserta wakil dalam lomba sumpit dalam ajang Festival Rekreasi (FORNAS) VII Tahun 2025 di Lombok Barat.

KUALA – Wakil Bupati , H Dodo, menunjukkan dukungan penuhnya terhadap pelestarian budaya lokal dengan menyaksikan langsung lomba sumpit dalam ajang Festival Rekreasi (Fornas) VII Tahun 2025 di Lombok Barat. Ia hadir tak hanya sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai Ketua Umum Komite Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten .

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Barat itu menjadi salah satu daya tarik utama dalam FORNAS VII Nusa Tenggara Barat, menampilkan ketangkasan dan tradisi yang sarat nilai kearifan lokal. Lomba sumpit sendiri merupakan tradisional khas Kalimantan yang kini mendapat panggung bergengsi di level .

H Dodo hadir bersama Anggota DPRD , Saferaniansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Kormi , serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) , Hertitati Dodo. Ketiganya tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan dan memberikan semangat kepada para peserta.

“Kami sangat bangga karena tradisional seperti sumpit dapat menjadi bagian dari festival seperti ini. Ini membuktikan bahwa budaya lokal kita tak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa dibanggakan di tingkat ,” ujar Dodo, saat dimintai keterangan Jumat 1 Agustus 2025.

Menurutnya, kehadiran kontingen di ajang Fornas bukan semata untuk bertanding, tapi juga membawa misi budaya, memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya rekreasi sebagai sarana membangun , persaudaraan, dan kecintaan terhadap warisan leluhur.

Fornas VII NTB Tahun 2025 menjadi ajang pertemuan ribuan pegiat masyarakat dari seluruh Indonesia. Tidak hanya adu keterampilan, tetapi juga ajang mempererat persatuan melalui budaya dan rekreasi.

Saferaniansyah menambahkan, Kormi akan terus berkomitmen mendorong eksistensi tradisional di tengah arus modernisasi.

baca juga ...  Perkuat Perlindungan MPA, Kelurahan Dahirang Bahas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Sumpit bukan hanya sekadar , tapi juga simbol identitas kita sebagai masyarakat Dayak. Generasi muda harus terus dikenalkan,” katanya.

Ajang lomba sumpit kali ini diikuti oleh berbagai provinsi yang memiliki tradisi serupa. Selain sebagai pertandingan, kegiatan ini juga disambut meriah oleh masyarakat lokal dan wisatawan yang turut menyaksikan keunikan budaya nusantara dalam balutan semangat sportivitas. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!