KUALA KURUN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gunung Mas menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan kepengurusan cabang olahraga Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) di wilayah tersebut.
Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Umum KONI GunungMas, Richard, melalui Sekretaris Umum, Beben Martinus, dalam pertemuan dengan Caretaker Pengurus Kabupaten PTMSI Gunung Mas belum lama ini.
“Kami dari KONI sangat mendukung pembentukan struktur kepengurusan resmi PTMSI, karena selama ini tenis meja merupakan cabang olahraga yang ‘mati suri'. Dengan adanya kepengurusan resmi, akan membuka jalan bagi pembinaan, kompetisi, dan regenerasi atlet secara terarah,” ujar Beben.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 21 cabang olahraga yang terdaftar di bawah naungan KONI Kabupaten Gunung Mas. Kehadiran PTMSI sebagai cabor ke-22 dinilai akan memperkaya ekosistem olahraga di daerah.
“Tenis meja memiliki potensi besar. Minat masyarakat, khususnya generasi muda di Gunung Mas, terhadap cabor ini cukup tinggi. Sudah saatnya pembinaannya dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan,” bebernya.
Pada kesempatan ini juga, dia berharap, setelah kepengurusan terbentuk, PTMSI segera menyusun program kerja serta melakukan pembinaan terhadap atlet muda dari kalangan pelajar hingga dewasa.
“KONI siap mendukung secara penuh. Kami ingin PTMSI menjadi motor penggerak bagi kemajuan tenis meja dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Caretaker PTMSI GunungMas, Novri JK Handuran, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KONI Kabupaten Gunung Mas.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan ini. Ini menjadi awal penting untuk membangun fondasi organisasi yang kuat demi kemajuan tenis meja di Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya.
Sekrtaris Caretaker PTMSI Gunung Mas Arham Said menambahkan, pihaknya akan bekerja keras dalam membangun sistem pembinaan berjenjang dan berkelanjutan.
“Kami akan fokus mencari bibit-bibit atlet muda dan menggelar turnamen secara rutin untuk meningkatkan daya saing. Target kami bukan hanya aktif secara administratif, tapi juga mampu mencetak atlet yang bisa berkompetisi di level provinsi hingga nasional,” tutupnya. (ale)












