JAKARTA– Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Alimudin Kolatlena, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah visioner Presiden Prabowo Subianto dalam memutus mata rantai rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yang saat ini berada di peringkat 46 dunia berdasarkan IMD World Talent Ranking 2024.
Menurut Alimudin, program strategis seperti Sekolah Rakyat gratis, Sekolah Garuda, Makan Bergizi Gratis, dan Cek Kesehatan Gratis bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Alimudin mengaku bahwa rendahnya peringkat SDM Indonesia mencerminkan tantangan struktural yang kompleks, mulai dari akses pendidikan yang tidak merata, masalah gizi, hingga layanan kesehatan yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Peringkat 46 dunia menunjukkan kita masih tertinggal dalam hal kualitas pendidikan, keterampilan tenaga kerja, dan kesehatan masyarakat. Jadi, gebrakan Pak Prabowo ini adalah jawaban konkret untuk mengatasi akar masalah tersebut,” ujar Alimudin, Selasa 5 Agustus 2025.
Politisi Dapil Maluku ini menyoroti program Sekolah Rakyat gratis dan Sekolah Garuda sebagai terobosan untuk mendemokratisasi akses pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera, akan memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tercecer dari sistem pendidikan formal.
Sementara itu, Sekolah Garuda, dengan kurikulum berbasis karakter dan keunggulan teknologi, diharapkan mampu melahirkan generasi yang kompetitif di kancah global.
“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing bangsa,” imbuh Kolatlena.
Kolatlena mendorong pentingnya pemerataan infrastruktur pendidikan, seperti pembangunan sekolah dan pelatihan guru, untuk mendukung keberhasilan program ini.
Program Makan Bergizi Gratis, menurut Alimudin, adalah langkah revolusioner untuk mengatasi masalah stunting dan kekurangan gizi yang masih menjadi momok di banyak daerah.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa kekurangan gizi pada anak dapat menghambat perkembangan kognitif dan fisik, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas di masa dewasa.
“Anak-anak yang kelaparan tidak bisa fokus belajar. Dengan makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi mereka makanan, tetapi juga harapan untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Alimudin.
Terkait program Cek Kesehatan Gratis, Alimudin menilai inisiatif ini sebagai langkah preventif yang visioner. Dengan deteksi dini penyakit, baik menular maupun tidak menular, pemerintah dapat mengurangi beban sistem kesehatan nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kesehatan adalah prasyarat untuk SDM yang unggul. Jika masyarakat sehat, mereka bisa bekerja, belajar, dan berkontribusi secara maksimal. Cek kesehatan gratis ini akan membantu kita mengidentifikasi masalah sejak dini, sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari,” ujar Alimudin.
Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Alimudin berkomitmen untuk memperkuat peran legislatif dalam mengawal dan mendukung keberhasilan program-program dari Presiden Prabowo tersebut.
“Karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua. Mari kita dukung gebrakan Pak Prabowo untuk menciptakan SDM Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing global,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(Adista)












