SAMPIT – Isu dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama pengurus Pasar Keramat Sampit langsung dibantah tegas oleh Wakil Ketua Pengurus Pasar, Asmuri. Ia memastikan pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan praktik pungli terhadap para pedagang.
Asmuri menilai isu tersebut mencoreng nama baik pengurus pasar dan dapat memicu keresahan di kalangan pedagang. Ia berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami tidak pernah melakukan pungli kepada para pedagang, saya berani bertanggung jawab dunia dan akhirat,” kata Asmuri, Selasa 5 Agustus 2025.
Asmuri mempertanyakan siapa sebenarnya oknum pengurus yang melakukan aksi tersebut. Ia menegaskan, jangan sampai ada pengurus lain yang terlibat dalam praktik ini.
Informasi yang diterima juga cukup mengejutkan. Disebutkan, ada oknum yang bahkan mengaku berasal dari Dinas Perdagangan dan diduga melakukan pungutan setiap hari kepada pedagang. Jika benar, hal ini tentu menjadi masalah serius yang harus segera diusut tuntas.
“Pengurus yang mana ujarnya. Jangan-jangan ada pengurus lain karena juga ada orang yang mengaku-ngaku dari Dinas Perdagangan yang setiap hari mengutip iuran,” ungkapnya.
Dirinya juga menanggapi terkait Surat Keterangan (SK) pengurus yang sudah tidak aktif, menurutnya selama ini tidak ada masalah dan tidak pernah dipermasalahkan. Pihaknya juga siap mengaktifkan kembali SK tersebut jika memang diperlukan dan harus didampingi oleh pemerintah.
“Memang benar SK pengurus kami sudah mati, selama ini tidak ada masalah dan tidak dipermasalahkan. Jika memang perlu diperpanjang kembali kami siap mengurus,” ungkapnya.
Diketahui parkir yang dikelola oleh Asmuri di depan rumahnya selalu disetorkan ke Dinas Perhubungan dan dirinya tidak mengambil keuntungan dari itu.
(Utomo)












