SAMPIT – Semangat kemerdekaan kembali berkobar di Kecamatan Parenggean Kotawaringin Timur (Kotim), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pertandingan Mini soccer SMA Negeri 1 Parenggean (SMANSAPAR) CUP 1 resmi dibuka di Lapangan Mini soccer Senin 4 Agustus 2025.
Acara dibuka di lapangan mini soccer SMAN 1 Parenggean dengan meriah melalui tendangan perdana oleh perwakilan Muspika Kecamatan Parenggean yang menandai dimulainya turnamen.
Tendangan simbolis ini dilakukan di hadapan tokoh masyarakat, perwakilan sekolah, dan panitia pelaksana HUT RI ke-80, disambut sorak-sorai ratusan penonton yang memadati area lapangan.
Sebelum pertandingan dimulai, rangkaian acara pembukaan diawali dengan upacara singkat, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan Ketua Panitia Dinny Febriyadi.
Dinny menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, dan semangat perjuangan di kalangan pelajar.
Pada kesempatan itu, Kepala SMAN 1 Parenggean Deden Haryadi menegaskan pentingnya peran olahraga dalam membentuk karakter generasi muda.
Pertandingan mini soccer ini, menurutnya bukan hanya memperebutkan piala dan gelar juara. Namun sebagai ajang menyalurkan talenta pelajar dalam olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus mendorong pelaksanaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya melalui berolahraga.
“Lebih penting lagi, kegiatan ini menjadi sarana menjaga kekompakan dan menumbuhkan semangat persatuan dalam memeriahkan HUT RI ke-80,” ujarnya.
Turnamen ini diikuti 12 tim tingkat SMP dan MTs serta 7 tim tingkat SD dan MI dari berbagai sekolah di Kecamatan Parenggean. Pertandingan akan berlangsung selama dua minggu dengan sistem grup hingga babak final yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2025.
Sebagai pemanasan, acara pembukaan ditutup dengan pertandingan ekshibisi yang mempertemukan Tim Panitia HUT RI SMAN 1 Parenggean melawan Tim Official atau pendamping peserta.
Laga persahabatan ini berhasil memancing gelak tawa dan sorakan penonton yang membuat suasana lapangan semakin meriah.
Dengan dimulainya SMANSAPAR CUP 1, diharapkan bukan hanya lahir bibit-bibit pesepakbola berbakat, tetapi juga terjalin persaudaraan dan kekompakan di antara pelajar.
Semangat juang para pahlawan pun seakan hidup kembali dalam bentuk sportivitas dan kebersamaan di lapangan hijau. (nardi)












