PALANGKA RAYA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan geliat yang cukup menggembirakan, meskipun masih memerlukan dorongan agar lebih optimal. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalteng tahun 2024, dari 1.432 desa yang ada, telah terbentuk 1.137 unit BUMDes, dengan sekitar 70 persen di antaranya tercatat aktif.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, H. Aryawan, menyampaikan bahwa capaian ini patut diapresiasi, namun tetap perlu didorong lebih jauh agar potensi ekonomi desa bisa dimaksimalkan melalui BUMDes.
“Keaktifan BUMDes saat ini memang belum sepenuhnya sesuai dengan target kita. Tapi ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan pengelolaan BUMDes bisa lebih fokus dan berkelanjutan,” ujar Aryawan.
Menurutnya, dinamika di lapangan menunjukkan adanya pergeseran perhatian dari sejumlah pengurus desa, yang kini mulai aktif juga dalam mengembangkan program lain seperti Koperasi Merah Putih.
Aryawan menambahkan bahwa secara kuantitatif, hanya sekitar 70 persen BUMDes yang benar-benar menjalankan aktivitas usaha.
Ia juga menjelaskan bahwa BUMDes memiliki beberapa bentuk kelembagaan, termasuk yang dikelola secara kolektif antar desa.
“Ya, mungkin hanya 70 persen lah yang aktif dari jumlah yang ada. Karena BUMDes ini kan banyak macamnya. Ada juga BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama), kalau BUMDesma ini bisa mencakup tiga atau lima desa di sekitarnya,” ungkapnya.
Menurut Aryawan, Pemerintah Provinsi melalui DPMD terus berupaya meningkatkan kapasitas para pengurus BUMDes melalui pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan.
“Saya kemarin baru saja membuka pelatihan untuk para pengurus BUMDes di Kalteng, karena merekalah yang menjadi pelaksana BUMDes di masing-masing desa,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan bagian dari BUMDes, karena secara struktur dan pengelolaan berbeda.
Jika BUMDes merupakan unit usaha milik desa yang dikelola pemerintah desa, maka Koperasi Merah Putih lebih bersifat swadaya masyarakat.
“Koperasi Merah Putih ini bukan bagian dari BUMDes. Jadi begini, kalau BUMDes itu dikelola oleh aparat pemerintah dan pembina desa. Tapi kalau Koperasi Merah Putih ini dikelola oleh masyarakat,” jelasnya.
Meski begitu, ia berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi mitra strategis untuk mendorong BUMDes yang belum maksimal agar bisa lebih aktif.
“Ya, harapan kita dengan adanya Koperasi Merah Putih ini, BUMDes di Kalteng yang bisa dikatakan belum terlalu maksimal nantinya bisa bekerja sama agar lebih aktif,” tegasnya.
(Sya'ban)












