PULANG PISAU – Upaya memperluas cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Pulang Pisau kini semakin diperkuat melalui pelatihan tenaga kesehatan yang difokuskan pada konseling menyusui. Dinas Kesehatan Pulang Pisau bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pelatihan tersebut selama lima hari, bertempat di Ruang Pertemuan Bapelkes Kalteng, Palangka Raya.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 tenaga kesehatan dari 12 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, pelatihan juga dihadiri oleh Kepala Bapelkes Provinsi Kalteng, Idayati, SST., M.A.P.
dr Pande, Kamis 7 Agustus 2025, menjelaskan keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak cukup hanya mengandalkan komitmen ibu menyusui. Dukungan suami, keluarga, dan terutama peran aktif tenaga kesehatan sebagai konselor, sangat menentukan dalam keberhasilan program ini.
“Tenaga kesehatan harus hadir sebagai pendamping ibu. Konselor menyusui ini akan membimbing, memberikan informasi yang benar, serta membantu mengatasi tantangan saat menyusui,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan konselor menyusui akan sangat strategis dalam upaya menekan angka stunting dan kematian bayi di Pulang Pisau. Sebab, ASI eksklusif terbukti sebagai sumber nutrisi utama yang paling ideal bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupannya.
“ASI eksklusif itu fondasi kesehatan anak. Kandungan nutrisinya lengkap, membantu tumbuh kembang bayi, memperkuat daya tahan tubuh, dan secara langsung berdampak pada pencegahan stunting serta menurunkan risiko kematian bayi,” tegas dr Pande.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai keterampilan mulai dari komunikasi efektif, teknik konseling, hingga penanganan kasus menyusui di lapangan. Praktik langsung juga diberikan agar peserta siap turun mendampingi ibu menyusui di fasilitas layanan kesehatan maupun komunitas.
Dinas Kesehatan Pulang Pisau menargetkan setelah pelatihan ini, seluruh puskesmas memiliki minimal satu konselor menyusui aktif yang dapat memberikan layanan secara berkelanjutan kepada masyarakat. (ds)












