PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Bryan Iskandar, mendorong sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.
Menurut Bryan, Pemerintah Provinsi telah menyiapkan anggaran khusus dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat penanganan karhutla. “Biaya tidak terduga di APBD 2025 cukup besar, khusus menangani karhutla,” kata politikus Partai NasDem itu, Kamis, 7 Agustus 2025.
Meski belum mengetahui angka pasti, ia memastikan alokasi tersebut menjadi salah satu prioritas belanja daerah tahun depan. “Saya belum copy itu, tapi besar,” ujarnya.
Bryan menekankan pentingnya komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan BPBD untuk memetakan titik rawan serta merespons cepat jika kebakaran terjadi.
“Komunikasi, sinergitas, dan kolaborasi lintas instansi, Polda, dan BPBD sangat penting dilakukan agar titik-titik merah atau hotspot bisa diantisipasi secara dini,” katanya.
Ia mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Tengah yang secara rutin menggelar rapat koordinasi lintas instansi membahas strategi penanganan karhutla.
“Memang akhir-akhir ini Pak Gubernur selalu melakukan rapat koordinasi terkait kebakaran lahan,” ujarnya.
Bryan mengingatkan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci, mengingat praktik pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian masih terjadi.
“Kami minta masyarakat ikut berperan aktif mencegah kebakaran lahan, jangan membakar untuk membuka lahan pertanian,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat, kepala desa, hingga kelompok tani penting untuk memberikan edukasi soal bahaya karhutla.
“Kalau semua pihak saling mendukung dan disiplin, saya yakin karhutla tahun ini bisa kita tekan secara signifikan,” kata Bryan.
(Syauqi)












