SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) M Irfansyah mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih jauh dari kata cukup. Kondisi ini terjadi karena jumlah guru yang pensiun atau meninggal setiap tahun, sementara pertumbuhan penduduk terus meningkat.
“Seandainya pun kita rekrut setiap tahun, kebutuhan ini tidak akan terpenuhi secara penuh, karena jumlah siswa terus bertambah,” ujarnya, Senin 11 Agustus 2025.
Menurutnya rasio guru dan siswa saat ini belum ideal, terutama di wilayah tertentu.
“Ada sekolah yang guru mata pelajarannya merangkap mengajar mata pelajaran lain, karena kekurangan tenaga,” jelasnya.
Irfansyah menegaskan, pihaknya terus mengusulkan penambahan formasi guru, baik melalui rekrutmen ASN maupun PPPK.
“Kami juga memanfaatkan program guru honorer daerah untuk sementara,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat memperhatikan daerah seperti Kotim yang memiliki wilayah luas dan penyebaran penduduk tidak merata.
“Kami ingin semua anak mendapat hak pendidikan yang sama, baik di kota maupun desa. Kalau guru cukup, pembelajaran akan lebih maksimal. Ini bagian dari misi kita memajukan pendidikan Kotim,” pungkasnya. (nardi)












