Pemuda di Antang Kalang Diduga Nekat Akhiri Hidup, Dipicu Masalah Ekonomi dan Keluarga

IST/BERITASAMPIT - Petugas Kepolisian setempat ketika melakukan olah TKP korban gantung diri.

SAMPIT – Warga Sungai Puring, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten (Kotim), digemparkan oleh kabar tragis meninggalnya seorang pemuda berinisial SM (21). Ia ditemukan tewas dengan cara yang diduga tidak wajar.

Informasi sementara menyebutkan, langkah nekat SM diduga dilatarbelakangi permasalahan ekonomi dan konflik keluarga yang membebani pikirannya. Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti ini.

Kapolsek Antang Kalang, Ipda Jonika, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Untuk motifnya masih diselidiki. Namun dugaan sementara karena faktor ekonomi dan keluarga,” kata Jonika, Senin 11 Agustus 2025.

Kejadian tersebut terjadi di salah satu mes karyawan perkebunan kelapa sawit pada Minggu 10 Agustus 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, yang mana pada saat itu istri korban pulang ke rumah, tetapi pintu rumah dalam keadaan terkunci.

“Sewaktu saksi pertama yaitu istri korban pulang ke rumah. Namun, ketika hendak membuka pintu. Pintu dalam keadaan terkunci,” katanya.

Sontak saat itu juga sang istri meminta tolong tetangga untuk masuk melalui jendela rumah, ketika tetangganya berhasil masuk, ia melihat ke dapur dan melihat tubuh SM sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung dengan seutas kabel warna putih sepanjang kurang lebih 6 meter.

“Jadi, istri korban meminta tetangganya untuk masuk dan membuka pintu dapur, karena cuma pintu dapur yang dapat dibuka dari dalam, tapi pada saat mau membukakan pintu dapur, tetangganya melihat korban sudah meninggal dunia dengan gantung diri,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, istri korban menangis histeris. Sementara tetangganya melepaskan ikatan kabel yang menjerat leher korban sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda kekerasan dan korban murni meninggal karena bunuh diri,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian menjelaskan jika pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi terhadap jasad korban.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum atau autopsi dan mereka lebih memilih untuk mengikhlaskan serta memakamkan jasad korban,” bebernya.

(Oktavianto)

baca juga ...  Terkait Isu Pembelian Mobil Operasional oleh Baznas Kota Tasikmalaya, Baznas Kotim sampaikan Klarifikasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!