Petugas Damkar Evakuasi ODGJ Kambuhan di

Gubernur. IST/BERITA SAMPIT - Damkar saat melakukan evakuasi.

– Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kota turun tangan mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kambuhan di Jalan Mendawai, Senin 11 Agustus 2025.

Menurut Sucipto, anggota Regu 2 Rescue Damkar , evakuasi dilakukan setelah mendapat laporan dari RT setempat bahwa ODGJ tersebut tidak mengonsumsi obatnya sehingga berperilaku tidak menentu dan membuat keluarga serta warga sekitar merasa tidak aman.

“Kadang-kadang yang bersangkutan bisa bersikap agresif. Keluarga dan warga pun merasa resah,” kata Sucipto saat perjalanan bersama tim Rescue.

Setelah dievakuasi, ODGJ tersebut dibawa ke Yayasan Pemulihan ODGJ Borneo yang berlokasi di Jalan Mahir Mahar. Menurut petugas, saat ini tempat tersebut hanya bisa menampung dua pasien laki-laki karena ruang sudah penuh.

“Kalau ada pasien yang sembuh dan diambil keluarganya, baru ada kesempatan untuk menerima pasien baru,” ujar Sucipto. Untuk pasien perempuan, masih ada ruang yang tersedia.

Yayasan Pemulihan ODGJ Borneo sangat dibutuhkan di , terutama karena jumlah ODGJ yang terus bertambah dan masalah sosial yang ikut meningkat. “Proses pengantaran dan perawatan di yayasan ini tidak sulit, sehingga kami berharap ada lebih banyak yayasan serupa dan rumah sakit khusus ODGJ yang dapat beroperasi di sini,” tambah Sucipto.

Fenomena ODGJ yang terus meningkat di tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. Bahkan ada beberapa pasien tanpa identitas yang sulit dikenali asalnya. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi kemajuan kota. “Ini seperti gunung es yang mencair dan membanjiri,” ujar Sucipto.

Menurutnya, berbagai faktor menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa, seperti lupa minum obat, tidak berobat ulang, mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak dianjurkan, kurang istirahat, serta kurang dukungan dari keluarga.

“Sering kami evakuasi orang yang sama berulang kali karena faktor-faktor tersebut,” jelasnya.

Sucipto juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam merawat ODGJ agar tidak kambuh. “Ada yang sudah tidak punya keluarga, sehingga perawatan dan pengawasan menjadi sangat sulit,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan keluarga untuk menjaga kestabilan mental dan memberikan nasihat agar masalah gangguan jiwa tidak semakin meluas.

“Kita semua menghadapi tantangan hidup yang serba cepat dan menjanjikan, tetapi tanpa kestabilan pikiran dan dukungan keluarga, bisa berujung pada gangguan jiwa,” tutupnya.

(Syauqi)

baca juga ...  50 Kasus HIV di Kotim, Didominasi Usia Produktif KPA Ingatkan Waspada Seks Berisiko
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!