SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek “Danum Sampit”. Produk yang berarti “Air Sampit” dalam bahasa Dayak ini diharapkan menjadi kebanggaan daerah sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami memberikan apresiasi atas inovasi kreatif dan inisiatif BUMD untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan seperti ini patut didukung, dan DPRD siap bersinergi,” kata Rimbun, Selasa 12 Agustus 2025.
Politisi PDIP ini menegaskan, peluncuran “Danum” tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah melalui produk yang membawa identitas lokal. Dengan branding yang tepat, ia optimistis air minum tersebut akan diterima masyarakat, baik di Kotim maupun di luar daerah.
DPRD bahkan berencana memberi contoh nyata dukungan dengan menggunakan “Danum” di lingkungan kerja. “Nanti kalau sudah launching, di Sekretariat DPRD akan langsung kita arahkan membeli dan menyiapkan air minum produksi Sampit ini. Kita dukung penuh,” ujarnya.
Rimbun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dengan merek-merek nasional. Selain itu, strategi pemasaran yang matang dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menembus pasar yang lebih luas.
“Kalau produk lokal seperti ini didukung bersama, manfaatnya besar. Selain menambah PAD, juga membuka peluang kerja dan usaha baru di daerah,” tambahnya.
BUMD Kotim melalui PT Hapakat Betang Mandiri menargetkan peluncuran “Danum” pada tahun ini dengan konsep co-branding bersama produsen AMDK yang telah memiliki izin edar. Tahap awal pemasaran difokuskan untuk kebutuhan internal pemerintah daerah sebelum merambah pasar umum.
Awalnya produk ini akan dinamakan Danum Kotim, namun Bupati Kotim Halikinnor menyarankan agar nama diganti menjadi Danum Sampit lantaran kata Sampit lebih dikenal secara nasional dibandingkan kata Kotim. Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan penuh dan berencana menginstruksikan seluruh perangkat daerah menggunakan “Danum” dalam berbagai kegiatan resmi. Program ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus bukti bahwa produk lokal Kotim mampu bersaing di pasar kompetitif. (nardi)












