PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran, mengingatkan pemerintah provinsi agar tidak bergantung pada dana transfer dari pusat. Menurutnya, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbuka luas namun belum dikelola maksimal.
“Jangan berharap dari dana transfer pusat. Potensi-potensi PAD kita ini besar, cuman memang belum maksimal untuk pengawasannya,” kata Tomy, baru-baru ini.
Peringatan itu disampaikan menyusul proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng 2026 yang turun menjadi Rp7,1 triliun. Penurunan itu, kata dia, juga terjadi di tingkat nasional.
“Menurut saya, semua provinsi mengalami hal yang sama, penurunan semuanya,” ujarnya.
Tomy menuturkan tren penurunan tersebut sudah tergambar dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk 2026 dan 2027.
“Kondisi sekarang memang seperti itu. RPJMD pun, Pak Gubernur melalui TAPD, menyampaikan tahun 2026 dan 2027 mengalami penurunan,” katanya.
Meski begitu, Ketua Fraksi PAN ini mengingatkan pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi untuk memperkuat pengelolaan PAD.
“Intinya bagaimana cara meningkatkan PAD. Jangan berharap dengan dana transfer pusat. Potensi-potensi PAD kita besar, cuman memang belum maksimal untuk pengawasannya,” ujar Tomy menegaskan.
(Syauqi)












