PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepuasan publik 79,5 persen bukanlah tentang pencapaian statistik, melainkan amanah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Survei ini bukan soal angka semata, tetapi soal kepercayaan yang harus terus dijaga. Saya tegaskan, ini bukan keberhasilan individu, melainkan kerja bersama seluruh jajaran dan dukungan masyarakat,” tegas Gubernur Agustiar dalam keterangan persnya, Selasa, 19 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas pada akhir Juli 2025, yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo mencapai 79,5 persen dari 1.000 responden di seluruh wilayah Kalteng.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Agustiar memberikan penekanan khusus bahwa capaian positif dalam survei tersebut merupakan hasil kerja kolektif, bukan prestasi personal. Dia menolak untuk menjadikan angka survei sebagai bahan untuk memuji diri sendiri.
“Ini adalah amanah dan pengingat bagi kami semua untuk tidak berhenti bekerja. Kepercayaan masyarakat ini bukan untuk disombongkan, tetapi untuk dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata,” ujar pemimpin daerah yang juga meraih citra positif pribadi 85,9 persen dalam survei yang sama.
Gubernur menekankan bahwa fokusnya tetap pada implementasi program-program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dia menyebut tiga program prioritas yang akan dipercepat realisasinya: beasiswa pendidikan tinggi gratis untuk 10.000 mahasiswa, pengembangan Shrimp Estate, dan penguatan optimalisasi pajak alat berat.
Salah satu poin penting dalam pernyataan Gubernur Agustiar adalah komitmennya untuk mengutamakan masyarakat di lapisan terbawah dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang ada di lapisan terbawah. Pemerintah hadir bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan masa depan rakyat,” tegasnya.
Gubernur menegaskan bahwa infrastruktur fisik penting, namun membangun mental dan harapan masyarakat jauh lebih fundamental.
Gubernur Agustiar juga menyinggung aspek tanggung jawab moral dalam kepemimpinan, terutama dalam konteks tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan saat ini.
Survei menunjukkan 87 persen responden yakin kepemimpinannya akan membawa kemajuan bagi Kalteng.
“Optimisme masyarakat yang tinggi ini sekaligus menjadi beban moral bagi kami. Setiap keputusan yang kami ambil harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan rakyat, bukan kepentingan sesaat atau golongan tertentu,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah kebijakan, sehingga kepercayaan publik dapat terjaga dalam jangka panjang.
Terkait dukungan 97 persen masyarakat terhadap visi “Kalteng BERKAH, Kalteng Maju”, Gubernur Agustiar menyatakan bahwa angka tersebut menjadi motivasi sekaligus pengingat akan besarnya tanggung jawab yang dipikul.
“Visi BERKAH bukan sekadar slogan kampanye yang berakhir setelah pilkada. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang benar-benar berkah bagi seluruh masyarakatnya,” ungkapnya.
Gubernur menjelaskan bahwa implementasi visi tersebut akan dilakukan secara bertahap namun konsisten, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan seluruh stakeholder pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya agar tidak terlena dengan hasil survei positif ini.
“Kepada seluruh ASN dan jajaran pemerintah daerah, saya ingatkan bahwa hasil survei ini bukan alasan untuk berleha-leha. Justru ini harus menjadi cambuk untuk bekerja lebih keras dan lebih dekat dengan masyarakat,” pesannya.
Dia menekankan pentingnya menjaga etos kerja yang tinggi dan orientasi pelayanan publik yang prima, sehingga kepercayaan masyarakat dapat dipertahankan hingga akhir masa jabatan.
Survei Litbang Kompas yang mencakup berbagai aspek penilaian mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga kualitas tata kelola pemerintahan ini menjadi cermin bagi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.
(Sya'ban)












