LAMANDAU – Wakil Ketua I DPRD Lamandau, Lingga Pebriani, menegaskan bahwa perempuan Lamandau memiliki peran strategis dalam mengisi kemerdekaan di usia ke-80 tahun Republik Indonesia.
Menurutnya, perempuan kini bukan hanya menjadi objek, melainkan subjek penting dalam pembangunan daerah.
“Perempuan Lamandau sudah menunjukkan kontribusi nyata, baik di bidang politik, pemerintahan, maupun sosial.
Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana memberikan pendidikan politik agar perempuan semakin percaya diri mengambil peran strategis,” kata Lingga. Minggu, 17 Agustus 2025.
Lingga menyebut, keterlibatan perempuan di Lamandau masih perlu ditingkatkan, terutama dalam politik dan pemerintahan.
Ia menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal amanat undang-undang yang mengatur minimal 20 persen keterlibatan perempuan dalam dunia politik.
“Kita tidak boleh berhenti di angka 20 persen. Harus lebih dari itu. Semangat emansipasi Kartini dan perjuangan pahlawan perempuan Indonesia menjadi teladan bahwa perempuan punya kapasitas yang sama untuk memimpin dan berkontribusi,” ujarnya.
Selain politik, Lingga juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.
Menurutnya, kebijakan daerah harus benar-benar berpihak pada perempuan, bukan hanya simbolis dalam momen peringatan HUT RI.
“Tema HUT ke-80 RI, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, sejalan dengan semangat gender equality secara global. Perempuan harus didorong untuk bisa berada di posisi-posisi strategis dari semua aspek,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Lingga berpesan kepada generasi muda Lamandau, khususnya perempuan, untuk tidak ragu terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
“Perempuan muda Lamandau harus terus melanjutkan semangat perjuangan Kartini. Masa depan bangsa ini juga ada di tangan mereka,” tegasnya. (andre)












