ASN Dikritik Soal Domisili Luar Daerah dan Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara

DENNY/BERITA SAMPIT - Ilustrasi kendaraan dinas

– Kritik keras datang dari kalangan pemuda terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten . Mereka disorot karena masih memilih berdomisili di luar daerah, bahkan diduga menggunakan fasilitas kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.

Pemuda Kelurahan Bereng, Fahri, menilai kondisi ini ironis di tengah usia Indonesia yang genap 80 tahun pada 17 Agustus 2025, dan yang baru berulang tahun ke-23 pada 2 Juli lalu. Menurutnya, semangat pengabdian ASN seharusnya tercermin dalam kedisiplinan dan tanggung jawab, bukan justru meninggalkan daerah tempat bertugas.

“Kalau domisilinya di luar , otomatis ASN atau pejabat itu harus bolak-balik setiap hari. Ada yang dari , , bahkan Banjarmasin. Jaraknya tidak dekat, sekitar 50 kilometer atau lebih. Pertanyaannya, apakah ongkos dan kendaraannya pakai milik pribadi atau justru fasilitas negara?” ujar Fahri, Rabu 20 Agustus 2025.

Ia menegaskan, jika kendaraan yang dipakai merupakan milik pribadi, tentu tidak ada persoalan. Namun menjadi masalah bila kendaraan dinas berpelat merah dipakai untuk kepentingan pulang-pergi dari luar daerah. “Kalau sudah begitu, itu jelas penyalahgunaan. Karena yang namanya fasilitas negara, tanggung jawabnya hanya dalam lingkup tugas ASN, bukan untuk urusan pribadi,” tambahnya.

Fahri juga mempertanyakan biaya perawatan kendaraan dinas yang digunakan oknum ASN. Menurutnya, jika fasilitas negara dipakai secara tidak tepat, maka masyarakat yang dirugikan.

“Perbaikan kendaraan, ganti ban, isi BBM, semua pakai uang negara. Padahal sumbernya ya uang rakyat. Ini yang kami tidak inginkan,” katanya.

Lebih lanjut ia meminta pimpinan daerah, khususnya Bupati Ahmad Rifa'i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, memperketat pengawasan terhadap penggunaan fasilitas negara. Ia menilai pengawasan yang lemah akan menimbulkan kebiasaan buruk di kalangan ASN.

baca juga ...  Tiga Ruas Jalan Strategis di Pandih Batu Digarap, Bupati Pastikan Akses Warga Kian Terbuka

“Kami sebagai masyarakat berharap ada tindakan nyata. Jangan sampai fasilitas kendaraan roda dua maupun roda empat dipakai untuk urusan pribadi. Itu sama saja mengkhianati amanah negara,” tegas Fahri.

Ia menambahkan, keberadaan ASN seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Apalagi dalam momentum kemerdekaan ke-80 RI, semangat nasionalisme mestinya diwujudkan dengan kerja nyata membangun . “Bukan malah meninggalkan daerah, apalagi sampai memanfaatkan fasilitas negara untuk kenyamanan pribadi,” pungkasnya. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!