MUARA TEWEH – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Barito Utara digelar dengan meriah di Arena Terbuka Tiara Batara, Rabu 20 Agustus 2025 malam. Acara ini menandai dimulainya ajang religius bergengsi yang berlangsung selama enam hari, dari 19 hingga 24 Agustus 2025, dengan menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang diikuti kafilah dari seluruh kecamatan.
MTQH ke-52 dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, didampingi oleh Ketua TP PKK, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Agama, Kepala Perangkat Daerah, Ketua Pengadilan Agama, para camat, kafilah, ormas Islam, serta masyarakat Barito Utara.
Rangkaian pembukaan diawali dengan pertunjukan drum band Harmonika MTsN 1, defile kafilah dari sembilan kecamatan, serta tarian kolosal dari Sanggar Balanga Karuhei Tatau. Suasana semakin sakral saat Muhammad Nazmi Alvaro, juara I MTQ Internasional Al-Almeed di Qatar 2025, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan penuh penghayatan.
Ketua Panitia MTQH ke-52, Fery Kusmiadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti Arena Terbuka Tiara Batara, Gedung Balai Antang, Aula SMPN 1, Aula Disiptaka, Aula Dinas Kesehatan, Aula Dinas PUPR, Aula DLH, Aula Disbudparpora, Aula Kecamatan Teweh Tengah, hingga Gedung LPTQ.
“Berbagai cabang lomba turut dipertandingkan, mulai dari tilawah, tahfidz, syarh, fahm, qira'at, khat, hingga makalah Al-Qur'an, yang diikuti oleh kafilah dari seluruh kecamatan di Barito Utara,” jelas Fery Kusmiadi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Utara, Arbaja, menyampaikan harapannya agar MTQH menjadi sarana memperkuat kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an.
“Malam ini adalah momen yang membanggakan bagi kita semua. Al-Qur'an merupakan pedoman yang Allah turunkan sebagai sarana komunikasi dengan hamba-Nya. InsyaAllah, melalui pembukaan MTQH Barito Utara ini, semangat kita untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur'an semakin kuat,” tuturnya.
MTQH ke-52 ini diharapkan mampu menjadi media syiar Islam, sekaligus mencetak generasi muda yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (isk)












