Duka Mendalam di Samuda: Setelah Anak Tercinta, Sang Ayah Ikut Menyusul dalam Perawatan

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

SAMPIT – Suasana duka mendalam kembali menyelimuti warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten (Kotim). Belum genap sepekan merelakan kepergian putra tercinta, Muhamad Zaki Ramadhan (6) akibat kecelakaan, kini sang ayah yang dikenal dengan sapaan Amang Alui pun menyusul, Kamis 21 Agustus 2025.

Kabar pilu ini membuat keluarga dan kerabat terkejut sekaligus terenyuh. Bagaimana tidak, dalam hitungan hari, seorang ibu harus kehilangan anak dan suami tercinta sekaligus.

Menurut keterangan Bahtiar, salah satu keluarga korban, Amang Alui menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Doris Sylvanus, .

“Benar, ayah Zaki meninggal dunia kemarin di rumah sakit sekitar tengah hari,” kata Bahtiar, Jumat 22 Agustus 2025.

Kepergian Amang Alui menyusul sang anak meninggalkan duka bagi keluarga maupun warga. Tak sedikit dari mereka yang terkejut serta berduka atas kepergiannya.

“Belum hilang rasa sedih kami ditinggal Zaki, kini ayahnya pun menyusul. Sang ibu masih dirawat di rumah sakit. Sungguh cobaan yang berat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan jika jenazah Amang Alui akan dibawa ke rumah duka di Samuda dan dimakamkan di pemakaman keluarga. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan anak tersebut.

Tragedi ini berawal pada Minggu 10 Agustus 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Amang Alui atau MO (50) mengendarai motor Xeon hijau, membonceng istrinya JE (56) dan Zaki yang duduk di depan. Mereka menabrak bagian belakang pikap hitam bernopol KH 8049 FF yang tengah parkir untuk mengangkut besi tenda. Benturan keras membuat ketiganya terpental, sementara besi yang diangkut pikap menembus dada Zaki hingga sang bocah tak terselamatkan.

Sementara kedua orang tuanya mengalami luka serius dan harus dirawat intensif di RSUD dr Doris Sylvanus . Dan sang ayah MO alias Amang Alui juga berakhir meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kotim, Ipda Fadly mengatakan jika status TR masih dalam pemeriksaan dan belum dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus lakalantas yang membuat dua orang tewas tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sopir pikap juga berpeluang menjadi tersangka karena diduga melakukan pelanggaran berupa parkir di badan jalan. Meskipun demikian, ia masih belum bisa memberikan jawaban pasti.

“Kasusnya masih kami dalami dan dalam pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan saat pemeriksaan telah selesai,” jawabnya.

(Oktavianto)

baca juga ...  Korban Terkaman Buaya di Pulau Hanaut Ditemukan 1,2 Kilometer dari Lokasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!