PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat keberadaan Koperasi Merah Putih (KMP) yang kini tercatat berjumlah 1.442 unit. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalteng, Rahmawati, menyebut saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi dengan seluruh kabupaten dan kota.
“Dalam waktu dekat pertama kita akan melakukan pelatihan SDM bagi pengurus dan pengawas, kemudian juga nanti ada terkait aset terutama untuk kantor-kantor koperasi,” ujar Rahmawati usai kegiatan di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis 21 Agustus 2025 kemarin.
Selain pelatihan, pengembangan koperasi juga akan menyasar sektor usaha termasuk di bidang kesehatan.
“Kemudian unit-unit usaha yang nanti dikembangkan, kemudian juga salah satunya termasuk unit usaha di bidang kesehatan itu apotik atau toko obat,” katanya.
Rahmawati menyebut salah satu model koperasi sudah selesai dan mengantongi izin
“Itu yang mokap kemarin itu sudah selesai sudah diijinkan kita tinggal nanti mengarahkan ke koperasi-koperasi Merah Putih yang lain,” ucapnya.
Rahmawati menyebut, secara keseluruhan SDM koperasi di Kalteng sudah tersedia di masing-masing koperasi.
“Karena mereka membutuhkan satu admin karena ada aplikasi dari Kementerian Koperasi terkait dengan aplikasi Merah Putih. Karena disana, semua transaksi keuangan unit usaha sudah tersedia di sana,” tuturnya.
Rahmawati menambahkan, unit usaha kesehatan di koperasi Merah Putih akan bekerjasama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.
“Iya, unit kesehatan itu nanti bekerja kerjasama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota masing-masing,” pungkasnya.
(Syauqi)












