PANGKALAN BUN – Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kotawaringin Barat, berikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Kobar untuk mempertahankan aset daerah yang ada di Jalan Padat Karya Gang Rambutan, aset tersebut kini tengah di sengketakan oleh ahli waris Brata Ruswanda. Bahkan, KTNA akan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini diungkapkan Ketua KTNA Kobar dan Kalimantan Tengah Syahrian bersama anggota serta pengurus KTNA Kobar, Minggu 24 Agustus 2025. Saat jumpa pers KTNA Kobar menyampaikan pernyataan sikap atas permasalahan Demplot Pertanian yang gugatan perkara perdatanya No.17 /Pdt.G /2025/PBun, pada Kamis 21 Agustus 2025, oleh Majelis Hakim PN Pangkalan Bun di dikabulkan, atau dimenangkan para ahli waris Brata Ruswanda.
“Atas keputusan tersebut, kami menyatakan rasa keprihatinan serta kami mendukung langkah tegas pemerintah daerah Kobar yang akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Langkah ini demi memperjuangkan lahan demplot seluas 10 hektar, yang selama ini menjadi lahan percontohan bagi petani Kobar,” ujar Syahrian.
Menurut Syahrian, sebelum adanya gugatan dari ahli waris Brata Ruswanda, Demplot Pertanian di Jalan Padat Karya Gang Rambutan ini telah tumbuh tanaman padi dari berbagai varitas bibit padi.
“KTNA Sangat membutuhkan Demplot tersebut, karena kami akan mengembangkan bibit padi dari berbagai varitas unggulan. Daripada harus membeli dari luar daerah, alangkah baiknya kita kembangkan pembibitan padi dalam Demplot tersebut, hal ini juga sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan dan sebagai upaya mendukung program asta cita bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yakni swasembada pangan Nasional,” ujar Syahrian.
Menurut Syahrian, bahwa sektor pertanian Kobar saat ini tengah menunjukkan geliat yang sangat besar , sehingga untuk mendukung kemajuan sektor pertanian sangat dibutuhkan lahan untuk percontohan, harapan besar demplot yang disengketakan itu bisa kembali di kelola.
“Dalam Demplot itu nantinya sebagai wadah untuk edukasi kepada para petani khususnya petani milenial, yang saat ini keterlibatan petani milenial sangat besar, bahkan terobosan petani milenial asal Kobar telah membawa nama harum Kobar, bahkan Kalimantan Tengah di Pekan Nasional KTNA,” ujarnya.
Syahrian juga menambahkan, keberadaan demplot pertanian selain sebagai wadah untuk edukasi, juga sebagai ikon bagi masyarakat, seperti demplot Peda KTNA XIV Kalteng di Sport Center, saat ini masih ramai di kunjungi masyarakat.
“Lahan demplot di Sport Center sangat terbatas hanya 4 hektar, saat ini dikembangkan tanaman hortikultura dan peternakan saja, sehingga keberadaan demplot di Jalan Padat Karya Gang Rambutan ini seluas 10 hektar sangat mendukung perkembangan sektor pertanian Kobar. Untuk itu kami memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah untuk mempertahankan demplot pertanian yang saat ini di sengketakan,” pungkas Syahrian. (man)












