SAMPIT – Polemik yang sempat memanas di Desa Menjalin, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya berujung damai.
Nama Anang Bravo yang disebut dalam video menyampaikan klarifikasi. Kordinator Kepala Pandu Alur Pedalaman Sungai Mentaya ini menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan dinilai menyinggung perasaan warga serta pekerja pemantau alur.
“Saya pribadi meminta maaf kepada warga dan Kepala Desa Menjalin. Saya juga memohon maaf khusus kepada Amang Adul tetua Desa Menjalin serta Mister Loadi dari PT Bumi Makmur Waskita (BMW),” ungkapnya dalam rekaman video permintaan maafnya itu
Ia meminta maaf jika kata-katanya membuat tidak berkenan dan menyinggung perasaan maupun terkait pekerjaan mereka.
“Saya banyak minta ampun dan minta maaf,” ucap Anang Bravo, Selasa 26 Agustus 2025 dihadapan warga dan kepala desa setempat.
Sebelumnya, masyarakat Desa Menjalin keberatan atas sebuah video yang menuding mereka sebagai pembajak dan pemeras awak kapal tugboat. Warga menilai tuduhan itu merusak nama baik kelompok Pemantau Alur Desa Menjalin Bersatu yang sudah lebih dari 20 tahun beroperasi secara resmi.
Anang Bravo menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperkeruh keadaan. Ia mengaku khilaf dan menyesal atas ucapan yang sudah menyinggung pihak tertentu.
“Saya tidak berniat merusak nama baik Desa Menjalin. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Permintaan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara warga Desa Menjalin dengan pihak perusahaan.
Sarlan salah satu warga Menjalin membenarkan bahwa Anang Bravo sudah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Menjalin terkait tudingan yang viral di media sosial.
“Anang Bravo sudah menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan kades atas video beredar di media sosial terkait tudingan warga Desa Menjalin,” ungkapnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, warga berharap isu yang sempat viral bisa segera diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan. Mereka menegaskan, pemantau alur justru berperan penting menjaga keamanan jalur transportasi batu bara di wilayah tersebut.
(Nardi)












