SAMPIT – Dunia maya dihebohkan! Sebuah postingan di Facebook membuat geger warga Kotawaringin Timur (Kotim), setelah menampilkan sosok yang disebut sebagai warga terlantar dengan kondisi memprihatinkan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di barak dekat SMA PGRI Sampit.
Unggahan tersebut cepat menyebar dan memantik simpati banyak orang.
“Min mohon maaf melenceng disini ada yg kawa bantu kah hari ni? ada tetangga lun kurang mampu, anak nya tiga kelaparan, gak ada apa2 drmh nya kesian anak nya nangis trs, siapa tau dsni ada yg mau bantu belikan beras atau lauk.. Alamat nya dijalan jendral sudirman SMA PGRI ada barak nomer 5 Nama beliau wiwi lah.. Info nya untuk minum gin kdg bisa banyu sumur soalnya sdin krda apa2 gsn dimasak.. Terimakasih min semoga banyak yg membantu beliau Info dari group.”
Namun, belakangan terungkap bahwa kabar itu tidak sepenuhnya benar. Diduga, sosok yang disebut warga terlantar tersebut hanyalah akal-akalan untuk mencari belas kasihan publik.
Dalam postingan tersebut memperlihatkan gambar dua anak yang sedang duduk di lantai kayu dan wajah mereka di blur.
Sontak saja cukup menyentuh masyarakat yang membacanya, termasuk Wakil Bupati Kotim Irawati.
Namun kabar tersebut ternyata tidak benar. Kepala Markas PMI Kotim, Muhammad Alexander, mengungkapkan bahwa Wakil Bupati Kotim Irawati langsung mendatangi lokasi saat sore, namun tidak ditemukan kondisi seperti yang ditulis dalam postingan tersebut.
“Setelah dicek Bu Wabup, ternyata itu hoax. Ada-ada saja dunia ini. Perlu waspada, ada yang pura-pura terlantar tapi ternyata penipu,” kata Alexander, Selasa 25 Agustus 2025.
Alexander mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menanggapi informasi yang beredar di media sosial.
Ia juga mengimbau warga untuk tidak mudah percaya apalagi sampai menyalurkan bantuan sebelum memastikan kebenarannya.
Bantuan untuk masyarakat tidak mampu memang sangat diperlukan. Namun harus dipastikan kebenarannya.
“Waspada. Kawan-kawan yang punya barak atau kos-kosan, jangan mudah percaya. Pastikan dulu informasi itu valid supaya tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.
(Nardi)












