SAMPIT – Pawai pembangunan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu 30 Agustus 2025, benar-benar jadi hiburan rakyat. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan untuk menyaksikan kreativitas peserta pawai.
Namun, ada satu penampilan yang mencuri perhatian dan membuat penonton bersorak: kostum “koruptor berkepala tikus”.
Penampilan satir ini dibawakan oleh rombongan SMPN 7 Sampit. Seorang siswa mengenakan jas rapi bak pejabat, lengkap dengan topeng kepala tikus berukuran besar. Lebih heboh lagi, ia berjalan sambil menebarkan uang mainan ke arah penonton, membuat suasana pecah oleh tawa dan sorakan warga.
Aksi ini sontak mengundang tepuk tangan dan sorakan penonton yang menyaksikan dari tepi jalan. Makna dari penampilan tersebut dinilai menyindir kondisi bangsa yang masih bergulat dengan praktik korupsi dan ketidakstabilan.
Simbol tikus dikenal sebagai representasi koruptor, sementara aksi menghamburkan uang mencerminkan kebocoran anggaran yang merugikan masyarakat.
“Ini salah satu bentuk kreativitas siswa. Mereka ingin menyampaikan pesan sosial lewat penampilan di pawai pembangunan,” ujar Ketua Panitia, Alang Arianto.
Selain kostum tikus yang heboh itu, pawai pembangunan juga diikuti ratusan kelompok dengan beragam atraksi. Mulai dari 61 kendaraan hias, 71 barisan jalan kaki pelajar, 19 drumband, 100 kelompok pejalan kaki umum, hingga 6 barisan sepeda hias ikut meramaikan jalannya pawai.
Bupati Kotim Halikinnor yang melepas langsung pawai dari depan rumah jabatan bupati, ia mengaku kagum dengan kreativitas masyarakat.
Menurutnya, pawai pembangunan bukan hanya sekadar hiburan tahunan, tetapi juga ruang ekspresi warga.
“Pawai pembangunan adalah wujud kebersamaan semua elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Kreativitas seperti ini justru membuat pawai semakin hidup,” kata Halikinnor.
Menurutnya, antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan bahwa pawai pembangunan masih menjadi agenda yang dinantikan setiap tahun.
Pawai pembangunan tahun ini melintasi sejumlah jalan utama di Kota Sampit, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Mulyono, Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, hingga berakhir di Taman Kota Sampit.
Ribuan warga memadati jalur pawai untuk menyaksikan langsung berbagai kreasi yang ditampilkan.
(Utomo)












