KASONGAN – Wakil Bupati Katingan, Firdaus, resmi menutup Musyawarah Daerah (Musda) V Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MDAHK) Kabupaten Katingan Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Losmen Citra Katingan, Minggu 31 Agustus 2025. Agenda lima tahunan ini menjadi wadah penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi serta menetapkan arah kebijakan ke depan.
Dalam sambutannya, Firdaus menegaskan bahwa Musda bukan hanya ajang evaluasi, tetapi juga momentum strategis untuk merumuskan langkah baru dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Ia menilai MDAHK harus mampu mengikuti dinamika sosial dan kemajuan teknologi agar tetap produktif dan memberi manfaat bagi umat maupun masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah. Melalui sinergi yang kuat, berbagai program MDAHK diharapkan dapat selaras dengan kebijakan daerah sehingga kontribusinya terhadap pembangunan semakin terasa.
Firdaus turut menyoroti tantangan bonus demografi pada 2020–2030, ketika sebagian besar penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Menurutnya, peluang ini hanya dapat dimaksimalkan jika kualitas sumber daya manusia terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi era industri 4.0 dan perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan bahwa tanpa kesiapan SDM, Indonesia berisiko hanya menjadi konsumen di era digital.
Karena itu, ia berharap MDAHK mampu mendorong lahirnya generasi muda Hindu Kaharingan yang kompeten, berdaya saing, dan berani menciptakan peluang usaha baru. Menutup sambutannya, Firdaus menyampaikan selamat kepada para pengurus baru MDAHK Katingan dan yakin kepengurusan tersebut dapat menghadirkan perubahan positif, memperkuat pembinaan umat, serta menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah menuju Katingan yang lebih maju, sejahtera, berkeadilan, dan berakhlak mulia.
(Kawit)












