PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa dari Aliansi Gerakan September Hitam dan Cipayung Plus Palangka Raya melaksanakan salat Ashar berjamaah di tengah aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin, 1 September 2025.
Azan berkumandang saat demonstrasi masih berlangsung. Para mahasiswa lantas membentangkan almamater sebagai sajadah dan menunaikan salat di bawah terik matahari.
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, serta anggota DPRD, Junaidi, ikut bergabung bersama massa aksi menunaikan salat.
Suasana khidmat menyelimuti barisan mahasiswa yang tetap melaksanakan kewajiban ibadah di sela-sela demonstrasi.
Usai salat, mahasiswa kembali merapat dan bergabung dengan barisan massa aksi lainnya.
Sebelumnya, saat aksi dimulai, para mahasiswa mengheningkan cipta sambil memutar lagu Gugur Bunga untuk mengenang para pendemo dan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal saat demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Koordinator lapangan aksi, Ade Anwar dari BEM Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, mengajak ratusan demonstran yang terdiri dari OKP, BEM fakultas, BEM universitas, dan GMNI untuk menundukkan kepala mendengarkan lagu Gugur Bunga.
“Mari kita kenang jasa para demonstran yang harus gugur selama berlangsungnya demo sejak akhir Agustus sampai sekarang,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Lagu ciptaan Ismail Marzuki itu menggema di depan Kantor DPRD Kalteng. Sebagian massa aksi dengan khusyuk menundukkan kepala.
“Kita harus menghormati para demonstran yang gugur dalam rangka menyampaikan aspirasi, mereka adalah pahlawan demokrasi,” tegas Ade.
(Syauqi)












