PULANG PISAU – Langkah tegas diambil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i dengan mendesak PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah (UID Kalselteng) agar mempercepat penyambungan listrik ke 11 desa yang hingga kini masih gelap gulita tanpa aliran listrik.
Pertemuan strategis bersama General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, dan jajaran manajemen PLN tersebut digelar di Pulang Pisau. Dalam forum itu, Bupati Rifa'i menekankan perlunya percepatan dari target semula tahun 2027 menjadi 2026 agar masyarakat segera merasakan manfaat listrik.
“Listrik bukan sekadar penerangan. Ia kunci bagi kesejahteraan, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kemajuan UMKM di desa. Karena itu, kami minta percepatan realisasi pada 2026,” tegas Bupati dalam keterangannya, Sabtu 6 September 2025.
Selain jaringan utama PLN, Rifa'i juga mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal sebagai solusi untuk desa–desa yang sulit dijangkau. Menurutnya, keterpenuhan energi terbarukan bisa menjadi jalan keluar bagi pemerataan listrik di wilayah pedalaman Pulang Pisau.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Senior Manager Niaga PLN UID Kalselteng M. Arif Fikri, Manager UP2K Kalteng Sugianto, serta Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Kalselteng Ahmad Humaidi. Dari pihak Pemkab, hadir Plt Kepala Dinas PUPR Iwan Hermawan, Kabid Cipta Karya DPUPR Micky Prasetia, dan Kabid Tata Ruang DPUPR Anas Riyadi.
Kehadiran jajaran teknis PUPR menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberi dukungan penuh, mulai dari penyediaan lahan, perencanaan teknis, hingga pengawalan percepatan program listrik desa. “Pemkab siap membantu agar PLN tidak terkendala dalam tahap pelaksanaan,” ungkap Rifa'i.
Iwan Soelistijono selaku GM PLN UID Kalselteng menyambut baik usulan percepatan tersebut. Pihaknya akan melakukan kajian teknis dan menyiapkan alternatif skema pembangunan agar target dapat dipercepat sesuai arahan Bupati.
Melalui sinergi ini, pemerintah daerah optimistis seluruh desa di Pulang Pisau akan terbebas dari keterisolasian energi, baik melalui jaringan PLN maupun PLTS Komunal. “Kami ingin listrik hadir lebih cepat, agar masyarakat desa merasakan keadilan energi yang sama dengan daerah lain,” pungkas Bupati Rifa'i. (ds)












