BUNTOK – Event bergengsi yang menguji adrenalin, Kejurprov Motoprix Bupati Barito Selatan Cup 2025 di gelar 6-7 September 2025, di sirkuit Batuah Buntok.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Barsel Deddy Prayitno mengatakan, even ini diikuti rider-rider terbaik baik lokal Buntok seperti Krisna Jaya serta rider dari beberapa kabupaten yang ada di Kalteng, Kalbar, Kaltim, Kalsel serta dari Jawa dan Madura.
Menurutnya, jumlah kelas yang dipertandingkan sebanyak 23 serta 3 kelas utama yakni kelas expert bebek 4T 150cc tune up, novice bebek 4T 150cc tune up dan rookie bebek 4T 150cc tune up.
“Kita juga mempertandingkan kelas supporting seperti bebek 2T 116cc standart lokal Barsel, bebek 2T 116cc standart DAS Barito dan bebek 2T 116cc standart Kalteng. Selain itu juga ada bebek 4T standart showroom 150cc mix untuk lokal barsel, pelajar lokal barsel, mix open serta beberapa kelas yang dipertandingkan,” jelasnya.
Terkait mekanisme kejurprov motoprix ini, lanjutnya, untuk satu kali start karena kondisi sirkuit yang non permanen mungkin hanya berjumlah 18 hingga 21 starter satu kali start.
“Kita berharap, kegiatan ini nantinya dapat berjalan dengan tertib, aman, terkendali dan sukses,” imbuhnya
Sementara itu Ketua Panitia Joni Nekad, mengatakan Kejurprov Motoprik Bupati Barsel 2025 ini merupakan kalender resmi kegiatan IMI Kalteng dan IMI Barsel
“Tentunya event ini didukung penuh oleh Pemkab Barsel, mengingat animo dari pencinta motor balap khususnya di Barsel maka diselenggarakanlah even ini. Adapun total hadiah yang diperebutkan sebesar 100 juta, serta tiga unit motor untuk juara umum,” bebernya.
Ditambahkannya, selain mempertandingkan 3 kelas utama expert, novice dan rookie juga mempertandingkan kelas supporting serta membuka kelas open pelajar lokal barsel.
“Event ini adalah, untuk mencari bibit-bibit pembalap lokal Barsel agar nantinya bisa membuktikan kehadalannya ditingkat yang lebih tinggi lagi. Salah satunya, persiapan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkas Joni Nekad. (deddy)












