SAMPIT – Jumlah mahasiswa asal Kotawaringin Timur (Kotim) yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tercatat paling banyak dibanding daerah lain di Kalimantan Tengah. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kotim dengan rencana pembangunan asrama mahasiswa di sekitar kampus tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, menyebut UIN Palangka Raya kini menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa dari berbagai daerah.
“Dadi audiensi dengan UIN Palangka Raya beberapa waktu lalu ternyata mahasiswa terbanyak di UIN itu dari Kotim paling banyak se Kalteng,” ujar Masri, Sabtu 6 September 2025.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kotim menjajaki kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan pihak kampus. Salah satu poin pentingnya ialah penyediaan asrama mahasiswa yang akan diperuntukkan bagi putra-putri Kotim yang kuliah di Palangka Raya.
“Kita usulkan agar bisa bangun asrama. Tujuannya agar mereka tidak perlu kos sendiri, karena dengan tinggal di asrama, mereka lebih aman, terjaga, dan fokus belajar,” jelas Masri.
Meski demikian, rencana pembangunan fisik belum bisa dilakukan tahun ini lantaran telah melewati batas pengajuan anggaran perubahan. Tahap awal perencanaan akan dimasukkan ke dalam APBD 2026, sehingga realisasi pembangunan ditargetkan bisa terlaksana pada 2027.
“Karena ini sudah tidak bisa masuk perubahan anggaran tahun ini, kita siapkan perencanaannya dulu tahun depan. Kalau perencanaannya sudah ada di 2026, maka pembangunannya bisa kita laksanakan di 2027,” terangnya.
Masri berharap rencana tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang menempuh pendidikan tinggi. “Ini bentuk dukungan nyata untuk generasi muda kita agar bisa kuliah dengan tenang dan nyaman,” tutupnya. (nardi)












