LAMANDAU – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Selasa 9 September 2025 malam, menyebabkan Sungai Batang Kawa dan Sungai Lamandau meluap. Akibatnya 5 desa di 2 kecamatan terendam dan sedikitnya 27 kepala keluarga (KK) terdampak.
Berdasarkan laporan Kepala BPBD Lamandau Hendikel, desa yang terdampak yakni Desa Benakitan, Kinipan, dan Liku di Kecamatan Batang Kawa, serta Desa Sungai Tuat dan Tanjung Beringin di Kecamatan Lamandau.
“Total ada 27 KK terdampak. Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan desa juga ikut terendam,” kata Hendikel. Kamis, 11 September 2025.
Adapun rincian dampak banjir, di Desa Benakitan 1 KK dengan 6 jiwa terdampak serta 2 fasilitas umum terendam. Desa Sungai Tuat menjadi lokasi paling parah dengan 25 KK terdampak dan 1 fasum terendam.
Sementara di Desa Kinipan, Liku, dan Tanjung Beringin tercatat fasilitas umum serta jalan desa terendam dengan ketinggian air 30–80 cm.
Penyebab banjir berasal dari curah hujan tinggi sejak pukul 17.15 WIB hingga tengah malam, sehingga air sungai meluap ke permukiman dan jalan desa.
Dari hasil monitoring Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamandau, kondisi air berangsur surut pada Rabu pagi.
BPBD Lamandau menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk monitoring dan pendataan warga terdampak.
Dua unit mobil operasional dan satu drone digunakan untuk pemantauan lapangan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati beraktivitas, khususnya pengendara yang melintas di Jalan Trans Kalimantan. Diharapkan ada pembatas jalan atau crossline agar lebih aman,” ujar Hendikel. (andre)












