JAKARTA— Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Desa Migran Emas di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui acara virtual yang digelar hari ini.
Dalam sambutannya, Mukhtarudin mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam melindungi dan memberdayakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari wilayah tersebut.
Mukhtarudin menyoroti peran penting NTB sebagai salah satu daerah penyumbang PMI terbesar di Indonesia.
“NTB menempati urutan keempat secara nasional sebagai daerah pengirim pekerja migran yang tangguh. Ribuan warga NTB telah mengharumkan nama bangsa sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dan daerah,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Desa Migran Emas, yang diresmikan di Kabupaten Lombok Timur, merupakan inisiatif untuk memberdayakan komunitas PMI dan keluarganya melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta edukasi keuangan.
Program ini bertujuan menjadikan desa tersebut sebagai model pengelolaan potensi ekonomi dari remitansi PMI, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Menurut Mukhtarudin, keberadaan PMI tidak hanya menghidupkan roda ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.
Menteri P2MI menyatakan bahwa program Desa Migran Emas sejalan dengan visi daerah untuk menjadikan NTB sebagai provinsi yang unggul dalam perlindungan dan pemberdayaan PMI.
“Kami ingin memastikan bahwa para pekerja migran tidak hanya bekerja keras di luar negeri, tetapi juga pulang dengan kebanggaan dan kemampuan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Mukhtarudin berharal Desa Migran Emas ini akan menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan, agar para migran dan keluarganya dapat mengelola hasil jerih payah mereka dengan lebih produktif.
(Adista)












