DPR RI Apresiasi Pengembangan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Tampung 200 Ribu Jemaah

Anggota Komisi VIII DPR RI Alimudin Kolatlena.

JAKARTA— Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, menyampaikan apresiasi mendalam atas kemajuan proyek Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.

Menurutnya, kawasan khusus untuk jemaah haji asal Indonesia ini telah mencapai luas 80 hektare, yang diproyeksikan mampu menampung hingga 200 ribu orang sekaligus.

Politisi Gerindra Dapil Maluku ini menekankan bahwa pengembangan Kampung Haji Indonesia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji Tanah Air.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Dengan luas 80 hektare, kawasan ini bukan hanya sekadar tempat tinggal sementara, tapi sebuah kota mini yang lengkap dengan fasilitas modern,” tutur Kolatlena, Selasa 14 Oktober 2025.

Proyek ini melibatkan kerjasama antara Pemerintah Indonesia, Kerajaan Arab Saudi, dan investor swasta. Kawasan tersebut dilengkapi dengan akomodasi berstandar , termasuk hotel, masjid, klinik , pusat perbelanjaan halal, serta sistem transportasi internal yang ramah lingkungan.

Estimasi kapasitas 200 ribu orang didasarkan pada simulasi musim haji mendatang, di mana setiap jemaah akan mendapatkan ruang pribadi minimal 10 meter persegi, lengkap dengan akses air bersih dan pendingin udara.

“Bayangkan, jemaah kita tak lagi harus berdesak-desakan di tenda-tenda sementara. Kampung Haji Indonesia ini akan menjadi simbol kebanggaan bangsa, sekaligus memastikan ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala logistik,” tandas Alimudin.

Diketahui, CEO Danantara Rosan mengatakan Danantara akan menanggung penuh pendanaan awal pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas layak bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Namun ke depan, pembangunan akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Pendanaan tidak ada masalah, ada Danantara. Tetapi ke depan kita akan kolaborasi dengan BPKH karena banyak yang harus dibangun,” katanya.

baca juga ...  Kepala Daerah PDIP Dilarang Ikut Retreat di Akmil Magelang

Terkait lokasi, Rosan menyebutkan bahwa lahan sudah ditentukan dan saat ini tengah dalam proses administrasi serta pemenuhan berbagai persyaratan perizinan.

“Sekarang kita fokus dulu pada proses mendapatkan lahannya. Karena ini sesuatu yang baru, di mana pihak asing bisa memiliki properti di Arab Saudi, jadi kita lakukan secara bertahap,” kata Rosan.

Dengan perkembangan ini, Alimudin Kolatlena berharap Indonesia menjadi negara dengan fasilitas haji terbaik di dunia, memperkuat posisi diplomasi keagamaan dengan Arab Saudi.

(Adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!