20 di Kotim Terendam Banjir, 215 KK Terdampak

IST/BERITASAMPIT - Banjir di salah satu di Kotim.

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timur (Kotim) merilis data terbaru mengenai banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak 8 hingga 13 September 2025. 

Kepala BPBD Kotim Multazam menyampaikan daftar tujuh kecamatan dengan 20 terdampak banjir selama periode tersebut dengan total sekitar 215 rumah/KK terdampak.

“Beberapa mengalami genangan air dengan durasi yang bervariasi, mulai dari hitungan jam hingga beberapa hari,” kata Multazam, Sabtu 13 September 2025.

Tinggi muka air pun berbeda-beda, antara 20 hingga 110 sentimeter di atas badan jalan. Sebagian besar banjir sudah berstatus surut, namun masih ada beberapa yang kondisinya terpantau mengalami peningkatan debit air.

Di Kecamatan Cempaga Hulu, banjir melanda satu , Sungai Ubar Mandiri pada 8–9 September dengan ketinggian 30–50 sentimeter. Sebanyak 14 rumah warga terdampak dan jalan poros sepanjang 500 meter sempat tergenang.

Sementara di Kecamatan Parenggean, tiga dilaporkan kebanjiran. Beringin Tunggal Jaya terendam selama tujuh jam pada 11 September dengan ketinggian 60–90 sentimeter, merendam 25 rumah warga dan jalan lingkungan sepanjang 600 meter. 

Bajarau bahkan mengalami peningkatan muka air dari 65 sentimeter pada 11 September hingga 110 sentimeter pada 13 September. Meski demikian, rumah warga tidak terdampak. 

Barunang Miri juga tergenang hingga 75 sentimeter pada 12 September, dengan 30 rumah terdampak di Dusun Tandang.

Banjir cukup parah juga terjadi di Kecamatan Antang Kalang. Sungai Hanya terendam sejak 11–12 September dengan ketinggian 20–70 sentimeter. Sebanyak 125 rumah warga dan jalan poros sepanjang 1,8 kilometer tergenang, sehingga akses dari ibu kota kecamatan menuju Sungai Hanya dan Tumbang Manya sempat terputus.

baca juga ...  PMI Kotim Ajak Warga Sampit Donor Darah, Ungkap Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan

Di Kecamatan Telaga Antang, empat turut terdampak, yakni Tumbang Sangai, Beringin Agung, Agung Mulya, dan Tanjung Harapan. Rata-rata genangan setinggi 20–30 sentimeter. 

Kondisi terparah di Agung Mulya, di mana jembatan penghubung menuju Tanjung Harapan putus. Saat ini warga bersama pemerintah membangun jembatan darurat.

Kemudian di Kecamatan Bukit Santuai, enam dilanda banjir hingga 12 September 2025, Lunuk Bagantung, Teweh Hara, Tumbang Sapia, Tumbang Penyahuan, Tumbang Tilap, dan Tumbang Kaminting. Fasilitas umum yang terdampak salah satunya Puskesmas Pembantu di Lunuk Bagantung.

Selanjutnya, di Kecamatan Tualan Hulu, banjir melanda Tumbang Mujam dan Merah pada 10–13 September dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Jalan poros sepanjang 400 meter juga sempat tergenang air.

Sedangkan di Kecamatan Mentaya Hulu, tiga wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Kuala Kuayan, Bawan, dan Tanjung Jariangau. Hingga 13 September, kondisi di tiga lokasi ini masih berstatus banjir dengan ketinggian 20–40 sentimeter.

“Dari hasil kaji cepat, kami mendata ada tujuh kecamatan dan 20 yang terdampak. Hal itu menjadi pertimbangan kami meningkatkan status bencana menjadi Siaga Darurat Banjir selama 48 hari kerja, terhitung 12 September hingga 29 Oktober 2025,” ujar Multazam.

BPBD Kotim mengimbau masyarakat waspada bencana banjir karena prakiraan cuaca hujan deras masih akan terjadi hingga akhir September 2025. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!