Warga Ramban Heboh, Temukan Bayi Orangutan di Kebun dan Serahkan ke BKSDA

IST/BERITA SAMPIT - Seekor bayi orangutan yang diserahlan oleh warga kepada BKSDA.

SAMPIT – Suasana Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Timur (Kotim) mendadak heboh. Warga menemukan seekor bayi orangutan berjenis kelamin jantan di kawasan hutan belakang .

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa bayi orangutan itu ditemukan pada Kamis 11 September 2025, oleh dua warga bernama Muhammad Hadrianur dan Mulyadi.

Keduanya kala itu tengah membuat pondok di kebun. Saat sedang bekerja, mereka melihat sosok kecil berwarna cokelat kemerahan di semak-semak.

Satwa dilindungi itu kini berada dalam perawatan sementara di Pos BKSDA Sampit. Bayi orangutan yang diperkirakan berusia sekitar 4 bulan tersebut diserahkan oleh Muhamad Hadrianur pada Minggu 14 September 2025 sore.

“Mereka mendengar suara seperti tangisan. Setelah dicari, ternyata itu suara bayi orangutan yang berada di dekat tepian air tabukan atau galian rancang,” ungkap Muriansyah, Senin 15 September 2025.

Menurut Muriansyah, bayi orangutan saat ini berada di Pos BKSDA Sampit untuk perawatan sementara, karena Orangutan itu kurus kurus akibat kelaparan.

“Sesuai arahan pimpinan, besok siang akan dijemput rekan-rekan dari Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun bersama mitra dari Orangutan Foundation United Kingdom (OF-UK),” jelasnya.

Saat Muhammad Hadrianur menyerahkan anak orangutan tersebut BKSDA juga memberikan kepada warga mengenai perilaku orangutan dan aturan yang melindunginya.

“Orangutan tidak berbahaya, cenderung menghindar dari manusia. Namun mereka bisa menularkan atau tertular penyakit, sehingga tidak boleh dipelihara,” katanya.

Ia menambahkan orangutan dikenal sebagai satwa penyayang anak. Dalam kondisi lapar, mereka kerap makan umbut sawit meski bukan pakan alaminya.

“Kami juga mengingatkan ancaman , yakni pidana penjara hingga 5 tahun dan denda Rp100 juta bagi siapa pun yang membunuh satwa dilindungi,” ujarnya.

BKSDA berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli menjaga satwa liar.

“Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan orangutan atau satwa liar lainnya, jangan sampai dipelihara apalagi diperjualbelikan,” tegas Muriansyah.

(Utomo)

baca juga ...  Proyek Ekskavator Kabarnya Tidak Pernah Dibahas di DPRD, Tiba-Tiba Ada di Dokumen APBD!
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!