PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda, menilai inovasi Dinas Pendidikan Kalteng yang menambahkan fitur pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada aplikasi PENA sebagai terobosan penting di bidang teknologi pendidikan.
Menurut Wengga, langkah tersebut menunjukkan komitmen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sekaligus bentuk dukungan nyata daerah terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Aplikasi PENA dengan fitur pemantauan MBG tidak hanya mempermudah pengawasan, tapi juga menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program. Ini yang pertama di Indonesia,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kalteng itu, Senin, 15 September 2025.
PENA Kalteng sebelumnya difungsikan sebagai platform data pendidikan, administrasi sekolah, dan komunikasi antara satuan pendidikan dengan dinas. Dengan tambahan menu MBG, aplikasi ini kini bisa digunakan sekolah untuk melaporkan pelaksanaan program secara real time—mulai dari jumlah siswa penerima, menu makanan, hingga dokumentasi pendukung.
“Dengan adanya fitur ini, evaluasi dan pengambilan kebijakan akan lebih mudah dan cepat. Sekolah tidak perlu lagi menunggu proses manual,” ujar Wengga.
Politisi muda tersebut juga mendorong perangkat daerah lain agar tidak berhenti berinovasi. Menurut dia, setiap dinas bisa mengembangkan sistem serupa untuk memperkuat implementasi program pemerintah pusat, terutama yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kolaborasi antara pusat dan daerah sangat penting. Ketika daerah mampu merespons cepat dan inovatif terhadap kebijakan nasional, tujuan pembangunan akan lebih cepat tercapai,” ujar Wengga.
(Syauqi)












