PULANG PISAU – Wakil Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Jayadikarta, melangkah ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI untuk memperjuangkan nasib ribuan tenaga kerja harian lepas (TKHL) yang hingga kini belum terakomodasi dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam kunjungan kerja itu, Jayadikarta menegaskan bahwa keresahan para honorer harus segera mendapat jawaban. Mereka, katanya, telah lama mengabdi di berbagai sektor pemerintahan, namun status kepegawaian masih menggantung tanpa kepastian.
“Kami datang untuk menyuarakan langsung aspirasi mereka yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun, bahkan ada yang mendekati dua dekade. Mereka jelas berperan dalam menopang pelayanan publik, sehingga sudah sepatutnya diberikan kepastian melalui mekanisme P3K,” tegas Jayadikarta usai kunjungan, Selasa 16 September 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Aspirasi dari bawah terus disuarakan agar pemerintah pusat tidak hanya memikirkan efisiensi birokrasi, tetapi juga keadilan bagi para tenaga honorer yang setia mengabdi. “Keadilan dan kepastian status adalah bentuk penghargaan terhadap pengorbanan mereka,” tambahnya.
Kementerian PAN RB dalam kesempatan itu menyambut baik masukan yang dibawa Wakil Bupati Pulang Pisau. Pihak kementerian menjelaskan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan pola penyelesaian status honorer secara bertahap, namun tetap bergantung pada sinkronisasi data, analisis formasi jabatan, serta ketersediaan anggaran negara.
Jayadikarta menyebut, pemerintah daerah akan menindaklanjuti dengan memperkuat koordinasi dan melengkapi data pendukung. Hal ini, katanya, agar tenaga honorer yang tersisa dapat segera masuk dalam daftar prioritas pengangkatan menjadi P3K pada periode berikutnya.
“Ini bukan sekadar soal kesejahteraan, tapi juga menyangkut keberlangsungan kualitas pelayanan publik. Pemerintah daerah punya kewajiban mengawal perjuangan ini hingga tuntas,” ungkapnya.
Dengan langkah proaktif tersebut, diharapkan suara TKHL asal Pulang Pisau semakin terdengar jelas di pusat. Jayadikarta optimistis perjuangan panjang ini akan membuahkan hasil positif, membawa kabar baik bagi para honorer yang masih menunggu kepastian status mereka. (ds)












