SAMPIT – Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) di Gedung Serba Guna Sampit pada Jumat 19 September 2025 malam mendadak memanas. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meluapkan kegeramannya terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai abai membayar pajak, sementara kondisi jalan negara di daerah terus mengalami kerusakan parah.
Kemarahan Gubernur pecah setelah mendengar laporan dari sejumlah perusahaan yang mengaku telah menyelesaikan kewajiban pajaknya. Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, dengan menunjukan data resmi di layar monitor yang membuktikan masih banyak perusahaan menunggak.
“Pak Gubernur tadi banyak yang menyampaikan bahwa mereka sudah menyelesaikan pajak, buktinya hanya sedikit yang baru menyelesaikan,” ujar halikin sambil menunjukan bukti data di layar monitor.
Mendengar hal itu lantas ia berencana akan memanggil kembali perwakilan perusahaan untuk kembali melakukan pertemuan di provinsi dalam dua minggu yang akan datang.
“Kalau seperti ini nanti saya akan panggil kembali perwakilan perusahaan ke provinsi,” kata Agustiar.
Ia menyebut bahwa pajak dan CSR sangat penting untuk dilaksanakan oleh perusahaan dan hal itu dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perusahaan yang tidak menyelesaikan pajak dan CSR akan di audit.
“CSR dan pajak itu penting, kalo seperti ini panggil dan audit keuangan mereka yang membandel, tutup saja sekalian jalan jangan biarkan kendaraan mereka lewat,” tegasnya.
(Utomo)












