PULANG PISAU – Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu dari 16 daerah di Indonesia yang baru mengalami kenaikan harga beras pada minggu kedua September 2025. Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi masih terkendali karena harga beras medium belum melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pulang Pisau Paridah Ernawati melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Rony Eka Candra mengatakan, berdasarkan data indeks perkembangan harga nasional, ada 109 daerah yang mencatat kenaikan harga beras. Dari jumlah itu, 93 daerah sudah mengalami kenaikan dua pekan berturut-turut, sementara 16 daerah baru mengalami kenaikan pekan ini.
“Pulang Pisau masuk dalam daftar 16 daerah baru yang harga berasnya naik, dan posisi kita berada di peringkat tujuh. Namun kondisinya masih aman karena harga beras medium belum melewati HET,” jelas Rony di Pulang Pisau, Minggu 21 September 2025.
Ia menerangkan, sesuai keputusan Badan Pangan Nasional, HET beras dibagi berdasarkan zona. Kalimantan masuk zona dua, dengan HET beras medium sebesar Rp14.000 per kilogram. Harga pasar di Pulang Pisau saat ini masih berada di bawah ketentuan tersebut.
“Artinya, meskipun naik, harga beras medium kita tetap di bawah HET, jadi masyarakat tidak perlu panik,” tambahnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkab Pulang Pisau bersama Perum Bulog terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Setiap kali GPM digelar, disediakan 2 ton beras medium yang dijual Rp60.000 per karung berisi lima kilogram, atau sekitar Rp12.000 per kilogram.
Rony menegaskan, GPM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam membantu masyarakat mengakses beras dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga rutin dievaluasi agar distribusi sesuai kebutuhan pasar dan tidak menimbulkan kelebihan stok.
“Tujuan kami jelas, menjaga agar harga beras tetap terkendali, masyarakat bisa membeli dengan harga wajar, dan pasokan tetap aman,” pungkas Rony. (ds)












