PULANG PISAU – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Kabupaten Pulang Pisau berlangsung meriah dengan senam bersama dan lomba gabungan olahraga tradisional atau Goara-Goara di halaman Kantor Kecamatan Maliku. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan sekaligus ajang menjaga tradisi melalui olahraga, Selasa 23 September 2025.
Ratusan peserta dari kecamatan Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir, dan Kahayan Kuala, ikut ambil bagian. Sebanyak 32 tim dengan total 192 orang berkompetisi memperebutkan hadiah uang pembinaan, piagam, dan plakat bagi enam tim terbaik dari masing-masing kategori lomba.
Bupati Pulang Pisau yang hadir langsung dalam acara ini menegaskan bahwa olahraga harus menjadi gaya hidup. Menurutnya, tubuh yang bugar adalah kunci produktivitas. “Dengan tubuh sehat, apapun bisa kita kerjakan dengan mudah. Sehat itu jauh lebih murah daripada sakit. Harapan saya, Haornas ini menjadi momentum untuk membumikan semangat berolahraga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Pulang Pisau, Drs. Marhaendar, menekankan pentingnya Goara-Goara sebagai media melestarikan nilai budaya. Ia menyebut sebelum lomba digelar, pihaknya telah memberikan sosialisasi permainan kepada para guru se-Kabupaten Pulang Pisau dengan menghadirkan perintis Goara-Goara dari Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.
“Kini ilmu yang diberikan telah ditularkan para guru kepada murid-muridnya, dan hari ini kita aplikasikan dalam bentuk lomba. Ini wadah untuk mempertahankan tradisi sekaligus menanamkan sportivitas kepada generasi muda,” kata Marhaendar.
Kategori yang diperlombakan terbagi dua, yakni tingkat pelajar SMP/sederajat hingga SMA/SMK serta kategori umum yang melibatkan organisasi, desa, dan kecamatan. Atmosfer kompetisi semakin meriah karena tiap tim menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam mengikuti permainan khas ini.
Selain memupuk semangat olahraga, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antarkecamatan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menciptakan suasana penuh keakraban, menegaskan bahwa olahraga tradisional tetap relevan di tengah gempuran budaya modern.
Bupati menambahkan, Haornas bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga peringatan agar masyarakat menjaga kesehatan. “Mari senang berolahraga. Dengan olahraga kita bisa sehat, dengan sehat kita bisa bahagia,” pesannya menutup wawancara.
Peringatan Haornas ke-42 di Maliku ini pun meninggalkan kesan mendalam: olahraga bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kebersamaan, warisan tradisi, dan semangat hidup sehat untuk semua. (ds)












