SAMPIT – Di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, ancaman narkoba terus membayangi generasi muda, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Mirisnya, akhir-akhir ini Kotim bahkan menjadi sorotan karena masuk dalam kategori zona merah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Pemuda Kotim Muhammad Ridho menyampaikan kondisi ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda, untuk tidak tinggal diam.
“Pemuda adalah tulang punggung masa depan bangsa. Mereka merupakan generasi harapan yang kelak akan memimpin dan menentukan arah pembangunan daerah,” kata Ridho.
Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban moral bagi pemuda Kotim untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan, komunitas, serta generasi sebayanya agar tidak terjerumus dalam jeratan narkoba.
Ia menegaskan mengawal Kotim agar kembali bersih dari narkoba bukanlah tugas satu pihak saja. Peran kolaboratif antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan terutama pemuda menjadi kunci utama.
Pemuda dapat tampil sebagai agen perubahan, agen edukasi, bahkan agen rehabilitasi sosial di lingkungan mereka masing-masing. Gerakan sosialisasi, penyuluhan ke sekolah-sekolah, hingga pengawasan lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
Harapan besar kini tertuju kepada pimpinan baru BNNK Kotim. Ia menaruh optimisme agar pimpinan BNNK yang baru dapat menghadirkan terobosan nyata dalam memulihkan kondisi Kotim dari status zona merah narkoba.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor, rehabilitasi berkelanjutan, serta pendekatan yang lebih humanis dan edukatif harus menjadi strategi utama dalam menyentuh akar permasalahan penyalahgunaan narkoba.
“Pemuda Kotim tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut ambil bagian. Kita harus buktikan bahwa generasi muda Kotim siap bangkit, melawan, dan menjaga tanah kelahiran dari ancaman narkoba,” tegas Ridho.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk bersama-sama menjaga Kotim agar terhindar dari narkoba. “Masa depan Kotim ada di tangan kita semua. Kalau pemuda bersatu, kita bisa mewujudkan Kotim yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” tambahnya. (Nardi)












