SAMPIT – Setelah ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di depan pintu kos miliknya seorang pria berinisial AM (42) diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya lantaran masalah asmara.
Diketahui AM berasal dari Kabupaten Seruyan, melalui informasi yang berhasil dihimpun oleh Berita Sampit AM diperkirakan telah meninggal selama tiga hari. Sebelum kejadian, AM diketahui sempat berselisih dengan kekasihnya.
Kapolsek Baamang, AKP M Romadhon membenarkan peristiwa tersebut. Sebelum ditemukan terbujur kaku dengan kain melilit lehernya, pada Kamis 25 September 2025 AM sempat menelepon seorang perempuan berinisial E namun tidak diangkat, setelah itu AM mengirimkan pesan suara kepada kekasihnya itu yang isinya bernada ancaman bunuh diri.
“Yang bulik am ke rumah kalo kada bulik aku bunuh diri,” ujar isi pesan AM.
Sayangnya, ancaman itu tak digubris. E justru membalas dengan santai sehari kemudian, “Jangan ganggu aku, aku lagi main game.” Sejak saat itu, komunikasi keduanya terputus. Hingga akhirnya, Sabtu 27 September 2025 pagi E mencoba menghubungi korban, namun tak kunjung mendapat jawaban.
E kemudian meminta bantuan orang tua angkatnya, Hj D, untuk menghubungi korban, tetapi panggilan juga tidak diangkat. Akhirnya, pada Senin E dan orang tua angkatnya mendatangi rumah korban. Mereka menemukan pintu rumah dalam keadaan terbuka. Betapa terkejutnya mereka ketika MA sudah meninggal tergantung di depan kamar.
“Pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, E bersama Hj D akhirnya memutuskan mendatangi rumah korban. Saat itu Hj D melihat ada seseorang tergantung di depan kamar korban. Hj D kemudian berlari keluar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baamang,” jelasnya.
Saat ini jasad korban sudah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian korban.
(Utomo)












